Bill Doolan Abadi Dalam Lagu Band Ambon Legendaris New Kapanya

  • Whatsapp
Musisi-musisi legendaris dari Ambon yang tergabung dalam Band New Kapanya yakni Rene Rehatta, Rido Rehatta, Raymon Rehatta, dan Piet Leiwakabessy mengabadikan sosok legendaris Bill Doolan dalam lagu Mr Doland pada album Nusa Laut (1981) (Foto: Videografis Jori Sahanaya)
Bill Doolan dan sampul kaset Band New Kapanya yang berisi lagu untuk mengenangnya. (foto kaset koleksi jori sahanaya)


Laporan Rudi Fofid-Ambon

Malukupost.com – Dalam tradisi Maluku, banyak peristiwa sejarah, kecil dan besar, suka dan sedih, diabadikan dalam syair lagu. Begitu pula kepahlawanan William Thomas Doolan alias Bill Doolan di Ambon, 1 Februari 1942. Para musisi legendaris asal kota musik ini, mengabadikannya di dalam lagu.

Band New Kapanya dengan personil Rene Rehatta, Rido Rehatta, Raymon Rehatta, dan Piet Leiwakabessy adalah para musisi legendaris dari Ambon. Tahun 1981, mereka merekam lagu Doolan (Mr Doland) dalam album kaset berjudul “Nusa Laut”.

Album Nusa Laut direkam di atas pita kaset, di bawah label Granada Record Studio, Jakarta. Album berisi 12 lagu, enam Side A, dan enam di Side. Lagu Mr Doland berada di urutan keempat Side B oleh vokalis Pemmy Frans atau Theis Nahumury, didukung koor Elly Nahumury dkk.

Lirik lagu Mr Doland oleh New Kapanya diambil dari lagu yang sudah popular di Ambon sejak tahun 1942-1945. Ada sekurangnya dua versi yang dikenal. Satu versi yang panjang diberi judul “Tanah Ambon” (tidak direkam) dan versi lain yang direkam Band New Kapanya.

Tidak diketahui siapa penulis lirik kedua versi yang sama-sama berkisah tentang Doolan. Meski begitu, dapat dipastikan, lagu tersebut hasil saduran bebas lagu “The Rose In Her Hair”. Lirik “The Rose In Her Hair” ditulis oleh Al Dubin, dan dinyanyikan Dick Powel tahun 1935 di Amerika.

Antara tahun 1942 sampai 1945, tentara Australia di Ambon sering menyanyikan lagu “The Rose In Her Hair” pada saat santai, saat bekerja, atau ketika sedang berbaris. Warga Ambon sampai hafal lagu tersebut.

“The Rose In Her Hair” (bisa dilihat di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=_9HHzuZdIuU) kemudian dinyanyikan dengan lirik “Tanah Ambon” dan “Mr Doland”. Belakangan, lagu ini juga disadur menjadi lagu “Papeda Dingin”, yang berkisah tentang kuliner Ambon.

Berikut ini, lirik lagu “Mr Doland” dan “Tanah Ambon”:

1. MR DOLAND (Band New Kapanya)

Australia mati namanya Si Doolan
Mati ditembak oleh soldadu Jepang
Tempat kuburnya di bawah pohon gandaria
Aduhai kasihan anak dan bininya
Tidak dapat melihat

Sioh kasihan, sungguh kasihan
Bagaimana anak dan bininya
Sioh kasihan, sungguh kasihan
Tinggal SESAL jadi kenangan
Di kudamati terletak kuburnya
Tanda peringatan, kekejaman perang
Bagi kami sekalian

Sioh kasihan, sioh kasihan
Sioh kasihan, sioh kasihan

2. TANAH AMBON

O, tanah Ambon, tanah tumpah darahku
Dari dahulu Belanda rajaku
Di Januari ’42 tentara Nippon serang
Tak ada bantuan
Ambon kalah jua

Kepala tentara tempatnya di Halong
Selalu ingat rakyatnya di kampong
Angkat bendera putih
Tanda habis peprangan di sini
Sesudah banyak Nippon ditembak mati

Lalu semua pulang ke rumahnya
Menjumpa bini lagi keluarganya
Hanya Australia tinggal dalam stelling
Serta tembak bunyinya pum pum pum pum (pum pum pum)
Musuh menjadi eling

Dari Halong la ke Kudamati
Dekat Om Among satu Australia mati
Kuburnya di bawah pohon gandaria
Sayanglah sedikit bini dan anaknya
Tak mendapat lihat

Austalia itu yang bernama Doolan
Matilah terhampa di pinggir jalan
Kena ditembak sioh oleh musuh
Nippon yang melarang kuburkan bangkainya
Hingga tinggal busuk

(Malukupost)

Pos terkait