Update Covid-19 Malra: Total Pasien Terkonfirmasi Positif Sebanyak 162 Orang

  • Whatsapp

Langgur, MalukuPost.com – Jumlah angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di kabupaten Maluku Tenggara (Malra) terus bertambah.

Dengan bertambahnya angka tersebut setelah ditemukan 20 kasus baru positif Covid-19 oleh tim Satgas setempat tersebut menambah panjang daftar pasien terkonfirmasi di Malra yakni 162 orang.

Sementara itu, sebanyak 12 orang dilaporkan sembuh dari Covid-19. Dengan penambahan ini maka total kasus sembuh secara keseluruhan mencapai 101 orang, sedangkan 52 orang dinyatakan masih berstatus kasus aktif terkonfirmasi.

Juru bicara Satgas Covid-19 Malra, dr. Katrinje Notanubun mengungungkapkan, ke-52 yang berstatus aktif terkonfirmasi tersebut kini dalam tahap perawatan.

“Mereka kini masih dalam tahap perawatan, yakni 9 orang di rawat pada RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, 26 orang di karantina terpusat Ngilngof dan 17 orang lainnya menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil PCR,” jelasnya di Langgur, Selasa (26/1/2021).

dr. Notanubun menambahkan, satu pasien meninggal dunia akibat Covid-19 pada Minggu (24/1) malam. Dengan demikian, total kematian akibat Covid-19 di Malra kini berjumlah 9 orang.

Dirinya menghimbau seluruh warga masyarakat Malra untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun serta memakai masker.

“Mari kita lakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Ikutilah anjuran-anjuran yang disampaikan oleh tenaga kesehatan. Kalau misalnya ada yang masuk rumah sakit lalu dilakukan tes Swab, itu bukan karena kami mau mengcovidkan orang,” tandasnya.

Dijelaskannya, pemberlakuan tes Swab dilakukan untuk mendeteksi lebih jauh tingkat penyebaran virus corona, sehingga penanganannya pun akan jauh lebih mudah dan dapat teratasi sedini mungkin.

“Kami ingin mencari sebanyak mungkin kasus tapi yang masih ringan. Hal ini supaya penanganannya lebih mudah. Saya ambil contoh, dengan adanya penanganan pada karantina terpusat di Ngilngof, maka pasien terkonfirmasi tidak akan terlalu lama tinggal di rumah. Dengan begitu pula, tidak akan ada penularan yang lebih luas, baik terhadap keluarga pasien itu sendiri maupun orang juga tempat dirinya bekerja seperti kantor,” pungkasnya.

Untuk diketahui, karantina terpusat Ngilngof (tepatnya di Puskesmas Ngilngof) diperuntukan bagi pasien atau orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status tidak bergejala maupun tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Pos terkait