Ini Tanggapan Dinkes Tanimbar Terkait Statemen Hengky Pelata

  • Whatsapp
Sekretaris Dinkes Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Theodorus Resiloy
Sekretaris Dinkes Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Theodorus Resiloy

Ambon, MaluluPost.com – Statemen Anggota DPRD Provinsi Maluku, Hengky Pelata terkait masyarakat Tanimbar Utara sudah miskin, dimiskinkan lagi lewat pemberlakuan Rapid Diagnostic Test (RDT) dipusatkan di ibukota Kabupaten, Saumlaki mendapat tanggapan dari Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dr. Theodorus Resiloy.

Menurut Resiloy, terhadap keluhan masyarakat Tanimbar Utara disampaikan Anggota DPRD Dapil VII Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan MBD itu telah ditindaklanjuti, lewat koordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan terkait penempatan petugas di Kecamatan Utara dalam hal melakukan validasi sebagai syarat bagi pelaku perjalanan.

“Bukan hanya disampaikan Pelata, kita juga pernah dipanggil DPRD Tanimbar pertanyakan hal ini, namun kendalannya kekurangan tenaga kesehatan pelabuhan, bukan hanya itu di Bandara juga demikian. Sehingga RDT tetap dilaksanakan di Saumlaki, jikalaupun RDT disana, perlu verifikasi juga,”ujar Theodorus dikonfirmasi via telepon, minggu (02/04/2021).

Resiloy menandaskan, penambahan tenaga kesehatan pelabuhan untuk ditempatkan di Kepulauan Tanimbar telah disampaikan ke kantor kesehatan pelabuhan Saumlaki, mereka berjanji untuk melakukan pengajuan ke Ambon, namun nyatanya hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Untuk RDT ke Tanimbar Utara kita siap, tetapi harus ditunjang dengan tenaga kesehatan pelabuhan untuk validasi berkas, namun nyatanya belum ada langkah konkrit dari kantor kesehatan pelabuhan, makanya RDT tetap dilaksanakan di Saumlaki,”tegasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Maluku, Hengky Pelata, di Ambon, Jumat (30/04/2021), mengungkapkan sesuai ketentuan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke daerah harus disertai dengan hasil pemeriksaan Rapid Test, namun kebijakan tersebut sangat menyusahkan masyarakat.

Dibuktikan, masyarakat di kecamatan tanimbar utara yang ingin melakukan rapid test harus ke Saumlaki, tentu perlu biaya cukup besar jika ditambah dengan biaya Rapid Tes.

“Masyarakat di sera, larat yang ingin berpegian menggunakan kapal, mereka harus naik spead dari selaru ke Saumlaki hanya untuk Rapid Test. Bayangkan hanya sebuah ketentuan administrasi mereka harus korbankan biaya cukup besar,”tuturnya.

Untuk itu, dirinya meminta perhatian serius dari pemerintah kabupaten kepulauan Tanimbar, agar menyediakan posko kesehatan di ibukota kecamatan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi Saumlaki untuk mengurusi Rapid Test.

Karena menurutnya, di masa pandemi Covid-19 kehidupan masyarakat semakin sudah, apalagi sebagian besar mengantungkan hidup dari hasil pertanian, yang dijual ke daerah tetangga seperti Aru, Tual dan Maluku Tenggara.

“Karena itu sebagai wakil rakyat saya meminta kepada gugus tugas kabupaten tanimbar tolonglah perhatikan hari ini. masyarakat ini miskin yang pendapatan pas-pasan, mereka mau menjual hasil pertanian mereka sudah dikorbankan dengan kos yang besar, larat yang membutuhkan waktu tempu 3 jam ke saumlaki tentu membutuhkan biaya yang besar untuk mendapat kos, dan balik naik kapal ke larat,”harapnya.

Pos terkait