Bawaslu Kepulauan Tanimbar – STKIPS Penandatanganan MoU Pengawasan Pemilu Partisipatif

  • Whatsapp
Foto bersama usai penandatanganan MoU. Ketua STKIPS dan Stafnya (Kiri) ketua Bawaslu dan komisioner Bawaslu (kanan)

Saumlaki, MalukuPost.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Tanimbar melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pimpinan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS). yang bertempat di aula hotel Incla Saumlaki, Selasa siang (15/6/2021).

Penandatanganan MoU yang digelar di Saumlaki, Selasa (15/06/2021) siang dilakukan oleh Ketua Bawaslu, Mathias Alubwaman dan Ketua STKIPS, Olivier Srue setelah pelaksanaan kegiatan sosialasi pengawasan Pemilu partisipatif yang dihadiri oleh para komisioner Bawaslu, Komisioner KPU Kepulauan Tanimbar, para dosen Kampus STKIPS dan puluhan perwakilan mahasiswa dari kampus Lelemuku.

Mathias Alubwaman menyatakan, maksud dari penandatanganan nota kesepakatan bersama itu sebagai landasan kerja sama Bawaslu Kepulauan Tanimbar dengan STKIP Saumlaki dalam pemberian dukungan kepada Bawaslu untuk melaksanakan fungsi pengawasan, pencegahan dan penindakan serta pemanfaatan pengembangan civitas akademika STKIP yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan Bawaslu dalam penyelenggaraan Pemilu.

“Kesepakatan ini sebagai bagian dari pengawasan partisipasi masyarakat. Tentu akan ada pelatihan dan pengembangan kepada mahasiswa tematik yang KKN, praktek kerja atau magang untuk menjadi pengawas partisipatif,”ungkapnya.

Dijelaskan Mathias, ruang lingkup dalam MoU tersebut adalah adanya penyediaan kedai pojok pengawasan oleh Bawaslu di kampus STKIPS, penerimaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, praktek kerja dan atau magang serta penelitian di lingkungan kerja Bawaslu kepulauan Tanimbar, serta melibatkan mahasiswa sebagai pengawas partisipatif yang diselenggarakan oleh pihak Bawaslu.

“Selain itu, akan ada pengembangan SDM bagi Sekretariat Bawaslu dengan melibatkan dosen pada kampus tersebut untuk membina dan membimbing jajaran Bawaslu di tingkat kecamatan, desa hingga TPS serta para staf Sekretariat Bawaslu,” katanya.

“Momentum penandatanganan Nota Kesepakatan ini untuk membangun sinergitas dalam melakukan pengawasan Pemilu pada wilayah kerja kita masing-masing. Jadi nanti adik-adik mahasiswa bisa mendaftar sebagi pengawas pemilu, pemantau Pemilu melalui proses MoU ini bisa mendaftarkan diri,” katanya lagi.

Sementara itu, Olivier Srue dikesempatan itu menjelaskan di lingkungan kampus, ada strategi pengembangan yang membutuhkan sinergitas pihak kampus dengan berbagai stakeholder. Dalam hal pengawasan Pemilu secara partisipatif, pihaknya membutuhkan sinergi, perhatian dan bantuan dari pimpinan Bawaslu dan staf untuk memberikan adukasi pengawasan dan seterusnya berbekal ilmu yang diperoleh, para dosen dan mahasiswa akan membantu mengedukasi masyarakat tentang penyelenggaraan pemilu.

“Saya datang dengan membawa semua pimpinan struktural dan pejabat teknis agar mereka menyaksikan langsung proses penandatanganan MoU ini agar kelak jika saya sudah tidak ada atau jika ada rotasi di kampus, maka semua pegawai yang ada saat ini dapat menindaklajuti tanpa kendala,” bebernya.

Olivier juga memastikan, kampus STKIPS siap dan memberikan ruang bagi Bawaslu jika hendak melakukan kegiatan-kegiatan di lingkungan kampus.

“Sebaliknya, jika kampus membutuhkan sumbang pikir dari Bawaslu, maka kerja sama ini akan tetap terjalin,” pungkasnya.

Pos terkait