Kepala Bappenas Dorong Maluku Harus Punya International Fish Market

Kepala BappeKepala Bappenas Suharso Monoarfa didampingi Gubernur Mauku, Murad Ismail, Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun.nas Suharso didampingi Gubernur Mauku, Murad Ismail, Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun.
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa didampingi Gubernur Mauku, Murad Ismail, Wali Kota Tual, Adam Rahayaan dan Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun.

Tual, MalukuPost.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, menginginkan Provinsi Maluku harus mempunyai International Fish Market (IFM).

“Hanya dengan cara itulah, pemerintah bisa memberikan persetujuan (Izin) kepada kapal asing untuk masuk ke perairan nasional. Dan saat keluar dari perairan pun, kapal asing tak akan dibiarkan keluar begitu saja,” ujarnya saat meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Kota Tual, Jumat (18/06/2021) didampingi Gubernur Maluku.

Suharso katakan, ikan hasil tangkapan wajib dibawa ke IFM. Dengan begitu, pemerintah akan tahu berapa banyak hasil tangkapan.

“Nah, selama ini itu tidak terjadi. Di seluruh dunia, IFM adalah palang pintu pertama,” katanya.

“Jadi kalau mereka masuk dan keluar tidak lewat IFM, maka itu akan dianggap ilegal fishing. Itu intinya yang saya sampaikan kepada Menteri KKP Tranggono,” katanya menambahkan.

Sekedar diketahui, menurut data Bappenas, katanya ada 3 lokasi yang pernah diusulkan untuk menjadi internasional fish market (IFM) tetapi kala itu belum dapat sambutan meriah dari sejumlah pihak. Lokasi pertama ada di Likupang di Sulawesi Utara, lokasi kedua, di wilayah Tual atau Saumlaki, Maluku dan Lokasi ketiga katanya di Bagansiapi-api, Riau.

Pos terkait