Pemprov Maluku Dan Jatim Sepakat Kerjasama Bidang Investasi dan Perdagangan

Ambon, MalukuPost.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) bersepakat untuk membangun kerjasama di bidang investasi dan perdagangan, yang akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU tanggal 7 Juli mendatang.

“Komitmen ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU, yang intinya kita lebih ke jangka pendek, menengah dan panjang yaitu kita lebih ke hal-hal praktis,”ujar Wakil Gubernur (Wagub), Barnabas Orno di Ambon, Kamis (24/05/2021).

Dijelaskan Wagub Orno, kerjasama yang dibangun bersama Pemprov Jatim akan berdampak besar untuk investasi dan perdagangan Maluku dalam upaya mendorong penurunan angka kemiskinan. Karena selain barang dikirim kesana, Pemprov Jatim juga akan membantu membawa investor masuk ke Maluku, sehingga industri-industri baik itu usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan lainnya kalau bisa berinvestasi.

“Kalau investasi itu baik, perdagangan itu baik, efeknya dan manfaatnya masyarakat, sehingga bisa berdaya guna,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan meminta kepada Pemprov Maluku untuk memperluas dan memperkuat dan jaringan pasar jatim dengan Ambon, Maluku.

“Karena selama ini barang-barang dari Jawa Timur yang dikirim ke Maluku mencapai Rp1,2 triliun, namun barang-barang dari Maluku ke Jatim hanya baru Rp251 miliar. Nah bagaimana supaya pasar ini diperluas, termasuk produk UMKM,” katanya.

“Mungkin investor dari Jawa Timur bisa melihat potensi-potensi yang ada di Maluku. Ini yang akan kita pertemukan pada 7 Juli, Karena kerjasama ini merupakan perintah langsung dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa,”katanya lagi.

Dijelaskan Drajat, dalam pelaksanaannya diminta kepada Pemprov Maluku untuk menerapkan pondokurasi atau pengecekan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI), merk dan lain termasuk kemasan, seperti yang diterapkan Jatim.

“Hal ini perlu dilakukan, sehingga produk bisa menembus pasar global, jika tidak maka akan sulit,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan di Maluku, Hadi Basalamah menambahkan semua produk di Maluku akan distandarisasi SNI demi meningkatkan nilai jual.

“Kerjasama ini, akan difokuskan ke persoalan konektivitas barang dari Maluku ke Jatim maupun sebaliknya agar biayanya lebih efisien sehingga menghasilkan bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Mudah-mudahan bisa jalan sehingga berpotensi untuk meningkatkan market kita,”pungkasnya.

Pos terkait