Yayasan Pelangi Maluku Bentuk Klinik Komunitas Candela Layani ODHA

  • Whatsapp
Direktur Yayasan Pelangi Maluku, Rosa Pentury saat Meeting of Service Networking Development.
Direktur Yayasan Pelangi Maluku, Rosa Pentury saat Meeting of Service Networking Development.

Ambon, MalukuPost.com – Yayasan Pelangi Maluku (YPM) membentuk Klinik Komunitas Candela sejak dua tahun lalu yang berkomitmen untuk melayani Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Penanggung Jawab Klinik Komunitas Candela, Marlon Soselissa menyatakan Klinik Komunitas Candela adalah bagian dari Yayasan Pelangi Maluku yang berkomitmen untuk melayani ODHA menuju 3 Zero 2030 yakni Zero New HIV infection, Zero AIDS related Death, and Zero discrimination.

“Disebut Klinik Komunitas, karena lebih banyak diakses oleh komunitas seperti Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Waria, Pekerja Seks Perempuan, atau pun pelanggan dari komunitas tersebut,” ungkap salah satu penanggung jawab Klinik Komunitas Candela, dr. Marlon Soselisa, dalama Meeting of Service Networking Development, yang digelar YPM di Ambon, Senin (14/06/2021).

Soselisa katakan, bahwasannya ada dua hal utama yang dilakukan dalam mengakses komunitas Candela yakni melakukan Mobile Testing ke lokasi atau pun hotspot dimana tempat mereka melakukan aktivitas rutin seperti karaoke, kos-kosan atau pun dimana mereka tempat nongkrong.

“Dan yang kedua kunjungan layanan dimana komunitas mengunjungi klinik komunitas Candela dan dilayani dengan ramah kepada komunitas, sehingga kecenderungan untuk kunjungan layanan pun menjadi sebuah pilihan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Pelangi Maluku, Rosa Pentury, menyampaikan Klinik yang mereka dirikan pada 22 Maret 2019 lalu itu berpredikat untuk merawat, mendukung dan mengobati penderita HIV dengan penuh kasih.

“Medikasi Menabur Kasih adalah moto Klinik Komunitas Candela. Predikat klinik kami yaitu klinik PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan),”imbuhnya.

Pentury katakan, Klinik dengan predikat PDP itu disupport dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menjadi klinik yang juga bersinergi dengan petugas kesehatan yang seyogianya harus melakukan tugas test HIV bagi Komunitas.

“Namun karena petugas kesehatan disibukan dengan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, maka kehadiran Klinik Komunitas Candela sangat membantu pemerintah,” tandasnya.

Dijelaskan Pentury, walaupun sempat dilanda musibah kebakaran pada 03 Mei 2021 lalu, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk melayani klien mereka seperti sosialisasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat, pelayanan perawatan dukungan dan pengobatan, penguatan kapasitas masyarakat, membangun jaringan dengan berbagai stakeholders (Para Kepala Desa, Lintas SKPD, komunitas dan Pers), advokasi, bakti sosial, dan lain-lain.

“Bagi setiap komunitas, jika mau melakukan testing HIV, Klinik Candela melayani dengan gratis. Konsultasi dengan dokter dan petugas layanan lainnya yang berkaitan dengan hasil tes HIV/AIDS juga gratis. Namun, jika perlu pemeriksaan laboratorium atau pun terapi penunjang lainya perlu menyediakan dana pribadi, karena hal tersebut tidak disediakan di Klinik,” pungkasnya.

Pos terkait