Kader HMI Cabang Ambon Diculik OTK

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Risman Solissa selaku kepala bidang (Kabid) Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon diculik.

“Kawan kami diculik. Dia dijemput beberapa oknum yang tidak dikenal (OTK), menggunakan mobil hitam, pada Senin kemarin di Depok II, Bundaran Poka,” ujar Nour Payapo kepada MalukuPost.com di Ambon, Senin (26/7/2021).

Menurut dia, strategi penculikan itu hanyalah untuk membungkam kebebasan berfikir dan berpendapat. Padahal, kedua opsi tersebut telah dijamin UUD 1945 yang memiliki konsekuensi jangka pendek maupun panjang.

“Konsekuensi yang sangat miris terjadi nantinya, adalah hancurnya bangunan demokrasi dan konstruksi perjuangan menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM),” tandasnya.

Payapo meyakini, bila demokrasi dan HAM sangat mahal harganya. Atas dasar ini, tugas penguasa di negara dan daerah adalah melindungi, mengayomi serta mendidik masyarakat untuk membangun demokrasi serta menjamin kebebasan berpendapat.

“Menggunakan strategi penculikan dalam tujuan pembungkaman kebebasan berfikir dan berpendapat, merupakan strategi yang tidak semestinya ditempuh oleh penguasa, karena kecil sekali manfaatnya Sebaliknya memproduksi antipati sangat besar dari warga negara bahkan warga negara lain dalam perspektif kemanusiaan,” bebernya.

Payapo menambahkan, penculikan Risman mengingatkan tentang masa kelam bangsa Indonesia, yakni penculikan aktivis di tahun 1997 – 1998. Penculikan tersebut berpengaruh besar bagi kemenangan PDI – Perjuangan dibawah komando Megawati Soekarno Putri. Dari 23 orang yang diculik, 1 orang ditemukan tewas, 9 orang dilepas, 13 orang lainnya tidak ditemukan hingga saat ini.

“Penguasa semestinya memahami akibat dari penerapan strategi penculikan yang pernah ditempuh pemerintah orde baru,” pungkasnya.

Pos terkait