Bayi Berusia Tujuh Hari Meninggal Akibat Terpapar Covid-19 di Saumlaki

  • Whatsapp

Saumlaki, MalukuPost.com – AK, Seorang bayi baru lahir berkelamin laki-laki, warga desa Lemdesar Timur, kecamatan Tanimbar Utara, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. P.P. Magretti Saumlaki, kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Direktur RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki, dr. Fulfully Nuniari menyatakan, AK yang baru berumur tujuh hari itu dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat selama sehari dengan gejala panas dan sesak nafas serta hasil swab antigennya positif.

“Pasien ini rujukan dari Larat dengan keadaan sesak. Saat masuk kami swab antigen sesuai prosedur. Hasilnya positif dengan gejala sesak dan demamnya tidak berkurang. Setelah ditangani dari jam tujuh malam hingga pagi, dia meninggal dunia pada jam 10.00 WIT tanggal 6 September 2021,” ujarnya di Saumlaki, Rabu (8/9/2021).

Dijelaskan Nuniari, sesuai hasil pemeriksaan, dokter mencurigai ada aspirasi pneumonia. Pneumonia aspirasi adalah infeksi dan peradangan pada paru-paru akibat masuknya benda asing ke dalam paru-paru. Sebelum AK meninggal dunia, tim medis melakukan rapid antigen terhadap ibunya, namun hasilnya adalah negatif. Karena kondisi ini, tim dokter tidak bisa memastikan AK terpapar Covid-19 dari keluarganya.

“Makanya kita sarankan ke keluarganya untuk pemakaman dilakukan secara protokol Covid-19. Karena setelah ditimbang-timbang bisa saja kemungkinan besar dari aspirasi peunemoni yang jadi penyebabnya, yang membuat paru-parunya berat. Jenazah AK pasien Covid-19 itu kemudian dimakamkan secara protokol Covid-19 di TPU Ilngei,”katanya.

“Kasus bayi positif yang meninggal dunia itu baru pertama kali terjadi di Saumlaki. Kendati demikian, kasus bayi baru lahir yang terpapar Covid-19 sudah beberapa kali ditangani di RSUD dr.P.P.Magretti. Misalnya, ada ibu yang melahirkan dan setelah dilakukan swab antigen, hanya bayinya saja yang positif sementara ibunya negatif. Setelah dirawat, mereka pun diperbolehkan pulang saat sudah sembuh dan tanpa gejala,” katanya lagi.

Nuniari menambahkan, terhitung sejak 23 Agustus 2021, rumah sakit rujukan pasien Covid-19 ini tidak lagi merawat pasien Covid-19. Kendati tidak menyebutkan jumlah pasien yang pernah dirawat.

“Saat ini hanya ada empat orang pasien suspek yang dirawat di ruangan khusus,” tegasnya.

Pos terkait