Napak Tilas “Nen Dit Sakmas” Bukti Luhurnya Perempuan Kei

  • Whatsapp
Kegiatan Napak Tilas “Nen Dit Sakmas” (tokoh Perempuan Kei) yang menjadi cikal-bakal lahirnya Hukum Adat Larvul Ngabal di Kepulauan Kei. Rabu (4/9/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Memperingati Hari “Nen Dit Sakmas” yang ke-III tanggal 7 September 2021 diwarnai dengan kegiatan Napak Tilas tokoh perempuan Kei yang tersohor tersebut.

Kegiatan yang didominasi kaum perempuan Kei dari usia muda hingga ibu-ibu rumah tangga tersebut turut aktif dalam kegiatan Napak Tilas “Nen Dit Sakmas” yang dikoordinir oleh Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Napak tilas yang mengisahkan kembali sejarah hidup dan perjalanan “Nen Dit Sakmas” (tokoh wanita Kei) yang menjadi akar lahirnya Hukum Adat Larvul Ngabal, berawal pada titik star perjalanan dari Ohoi (Desa) Letvuan, Rabu (4/9/2021).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Malra, Eva Eliya Hanubun didampingi Ketua Darmawanita, Ibu-ibu Persit dan Bayangkara serta para Staf Ahli.

Sebelum melakukan perjalanan, dilakukan ritual adat oleh pemangku adat setempat, dilanjutkan dengan tarian adat.

Dengan mengenakan pakaian adat khas perempuan Kei tempo dulu, sambil berjalan kaki, peserta napak tilas kemudian menyusuri beberapa tempat di Ohoi Letvuan, diantaranya rumah adat dan juga Woma Reer Latvuan.

Selanjutnya, para peserta melakukan perjalanan ke makam Rat (Raja) Ohoivuur yang adalah Ayah dari “Nen Dit Sakmas” untuk meminta restu.

Setelah itu peserta menuju ke lokasi kampung tua yang terletak tidak jauh dari makam Raja tersebut.

Di dua lokasi ini (Makam Rat Ohoivuur dan Kampung Tua) dilakukan pula upacara ritual adat, serta penuturan sejarah perjalanan “Nen Dit Sakmas”.

Setelah melakukan seluruh rangkaian prosesi adat, peserta napak tilas selanjutnya dilepas pemangku adat menuju beberapa lokasi di ohoi-ohoi berbeda di daratan Kei Kecil yang menjadi tempat singgah “Nen Dit Sakmas” semasa hidupnya diantaranya ohoi Danar, Elar dan Rumat.

Sepanjang perjalanan melewati beberapa ohoi-ohoi yang menjadi tempat singgah “Nen Dit Sakmas” tersebut, peserta napak tilas juga menyinggahi tempat-tempat sakral (vul vulik) didampingi pemangku adat setempat.

Setiap menyinggahi tempat-tempat sakral yang merupakan tempat singgah “Nen Dit Sakmas” semasa hidupnya tersebut, peserta napak tilas disambut warga masyarakat dan dilakukan pula upacara ritual adat oleh pemangku adat.

Perjalanan Napak Tilas tersebut berakhir di Lokasi Makam “Nen Dit Sakmas” yang terletak di Ohoi Semawi.

Pos terkait