Pemkab Malra Gelar FPMK 2021, Ana Yunus: Kami Gunakan Konsep Hybrid

Langgur, MalukuPost.com – Festival Pesona Meti Kei (FPMK) tahun 2021 kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra).

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia FPMK 2021 Nurjanah Yunus di Langgur, Sabtu (25/9/2021).

Kepada Malukupost.com, Nurjanah Yunus yang akrab dipanggil Ana Yunus mengungkapkan, konsep FPMK tahun 2021 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Memang konsep tahun ini agak berbeda dengan FPMK tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini metodenya adalah hybrid yang menggabungkan kegiatan offline dan disiarkan secara online melali kanal youtube Visit Kei,” katanya..

Dijelaskannya, kegiatan offline menampilkan berbagai tarian tradisional Kei, aktifitas masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) disingkat CHSE yang adalah program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf).

“Metode Hybird merupakan gabungan dari online dan offline. Tujuannya adalah kita mengumumkan (secara live) ke seluruh dunia bahwa ada festival yang dilakukan berdasarkan protokoler kesehatan berbasis CHSE penyelenggaran event, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat untuk menonton kegiatan FPMK 2021 dari rumah,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan offline akan didokumentaikan dalam video dan disajikan secara virtual dengan dipandu host/pembawa acara.

Anna Yunus mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan semua rangkaian kegiatan sesuai konsep dimaksud dengan memaksimalkan waktu yang tersisa.

“Alhamdulilah hari Jumat kemarin kami melakukan rapat dengan Panitia sekaligus membagi tugas, karena mengingat range waktu kurang lebih satu bulan (efektif). Progress hingga saat ini setelah kami rapat juga dengan komunitas-komunitas dan mengunjungi lokasi-lokasi (spot) iven. Hari ini kami sudah kunjungi spot di Ohoidertawun, Ngilngof dan Ohoililir. Esok dijadwalkan kami akan kunjungi spot di ohoi Letman dan malamnya kami bersama koreografer dan pencipta lagu untuk mempersiapkan kegiatan FPMK ini. Saya sudah tegaskan bahwa kita tidak akan melakukan rapat-rapat umum, langsung rapat teknis dan eksekusi,” ungkapnya.

Terkait kegiatan dan lomba yang akan digelar dalam FPMK 2021 ini, mantan Kepala Dinas PUTR dan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Malra ini mengatakan, rangkaian kegiatan FPMK 2021 digelar dari tanggal 21-29 Oktober 2021.

“Pada tanggal 21 itu digelar opening ceremony (pencanangan FPMK 2021) yang diawali dengan kegiatan talk show (secara online). Dalam talk show itu kami menyampaikan tentang apa itu Meti Kei, filosofi Meti Kei serta apa-apa saja yang akan digelar pada saat Meti Kei,” terangnya.

Usai kegiatan talk show, pihaknya akan menggelar karnaval budaya yang dipusatkan di Stadion Maren Langgur dan melibatkan siswa-siswi TK hingga SMA di kabupaten Malra.

“Kemasan karnaval ini kami lakukan dengan menerapkan prokes CSHE tadi dan dipastikan tidak ada penonton di stadion. Kegiatan itu kami lakukan pengambilan videonya secara offline, dan nanti video tersebut dan video lainnya dibuat menjadi video hybrid,” paparnya.

Selain talk show dan karnaval budaya, digelar pula lomba layang di Ohoililir, lomba futsal extreme di Ohoidertawun, lomba sampan di ohoi Letman, Wer Warat (tarik tali) di ohoi Elaar dan terakhir yakni Tour de Mollucas (TDM).

Kegiatan TDM akan dihelat pada pagi hari dengan titik start halaman kantor Bupati setempat dan berakhir di Ngurbloat, kemudian dilanjutkan dengan acara punyak FPMK.

Diungkapkannya, event FPMK 2021 Malra masuk dalam kalender Kharisma Nusantara.

“Target kami tahun depan harus masuk lagi. Jadi konsep rangkaian FPMK 2021 ini sebagai acuan, dimana jika kami sukses maka tahun depan kami masuk lagi dalam kalender tersebut. Targetnya adalah kami menginginkan kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya datang melihat Pulau Kei,” pungkasnya.

 

Pos terkait