Genap Sepuluh Tahun Usianya, Bupati Hanubun: Wajah Kabupaten Malra Adalah Kota Langgur

  • Whatsapp
Bupati Maluku Tenggara Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun menghadiri Paripurna Istimewa DPRD Maluku Tenggara dalam rangka Peringatan HUT Kota Langgur ke-10. Jumat (8/10/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Kota Langgur sebagai Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) hari ini genap berusia 10 tahun.

Perayaan ulang tahun ibukota Malra tersebut diperingati dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD setempat, Jumat (8/10/2021).

Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam sambutannya pada paripurna tersebut mengatakan, peringatan ulang tahun kota Langgur tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana bangsa Indonesia bahkan hampir seluruh warga masyarakat dunia masih berada dalam suasana was-was, sehubungan dengan Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk di Malra dan khususnya kota Langgur, telah menjadi tantangan yang semakin mendewasakan Langgur sebagai Ibukota.

“Sama seperti tantangan-tantangan lainnya di masa lalu, Langgur tetap berdiri kokoh, mampu mengatasi semua tantangan yang ada, dan terus maju,” katanya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 10 Tahun, sebagai Ibukota kabupaten, Pemerintah Daerah, DPRD dan seluruh komponen masyarakat berupaya mewujudkan Langgur sebagai kota yang layak huni dan nyaman bagi aktivitas seluruh masyarakat.

“Upaya mencapai kondisi ideal adalah suatu jalan panjang yang harus sama-sama kita perjuangkan,” ujarnya.

Bupati Malra, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun

Bupati Hanubun mengungkapkan, tahun 2022 menjadi tahun penting untuk membangkitkan kembali perekonomian daerah dengan indikatornya adalah Perekonomian kota Langgur melalui optimalisasi pemberdayaan masyarakat, baik pada sektor perikanan (tangkap dan budidaya), pertanian, perkebunan maupun Koperasi dan UMKM.

Selain itu, tahun 2022 juga menjadi tahun untuk menata, mempercantik dan menjadikan Langgur sebagai kota kecil yang Indah, dimana beberapa titik pusat aktivitas masyarakat yang memiliki nilai historis (sejarah) dan sekaligus sebagai gambaran masa depan kota Langgur akan ditata mulai tahun 2022.

Sejumlah titik yang memiliki nilai historis (sejarah) tersebut yakni kawasan pemerintahan daerah, kawasan MSC serta Taman Ziarah Mgr. Johannes Aerts MSC dan kawan-kawan, Landmark Kota Langgur, kawasan Kuliner Watwahan, penataan kawasan Pendidikan Langgur dan sekitarnya.

Beberapa hal yang juga mendapatkan perhatian sehubungan dengan pengembangan Kota Langgur antara lain infrastruktur jalan yang masih perlu untuk terus ditingkatkan. Rehabilitasi ruas-ruas jalan utama kota Langgur, maupun pembangunan dan rekonstruksi jalan-jalan lingkungan, penataan dan revitalisasi kawasan kumuh, rumah tidak layak huni yang masih tersebar di beberapa titik di kota Langgur.

“Saya sampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Malra yang sudah memiliki Peraturan Daerah Perumahan. Untuk maksud tersebut, Pemerintah Daerah sungguh mengharapkan dukungan penuh dari warga masyarakat kota Langgur,” tandasnya.

“Hal-hal yang mengenai kesiapan, maupun teknis lainnya agar dikomunikasikan secara baik dengan suatu niat bersama, yaitu untuk membangun dan memajukan kota Langgur,” katanya lagi.

Bupati Hanubun menambahkan, beberapa aspek lain yang sangat diperlukan dalam rangka menjadikan Langgur sebagai Kota berkelanjutan yang aman dan nyaman untuk seluruh aktivitas warganya antara laina spek keamanan dan ketertiban (kelembagaan pemuda), aspek pengelolaan lingkungan hidup (sumber daya air, listrik, pengelolaan sampah dan limbah), kesadaran untuk ikut menjaga dan memelihara asset kota Langgur (lampu jalan, taman, dan infrastruktur lainnya).

“Semuanya itu perlu untuk dilakukan secara bersama-sama. Wajah kabupaten Malra adalah kota Langgur. Setiap orang akan berkunjung dan mendapatkan kesan awal tentang Malra di Langgur, termasuk pelayanan terhadap para wisatawan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pengembangan kota Langgur ke depan, tentu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Segala rencana dan gagasan yang dikemukakan, hanya akan terwujud jika ada Sinergi di antara seluruh elemen dan pelaku pembangunan.

Pos terkait