Langgur, MalukuPost.com – Kegiatan Roots Day oleh SMK Siwalima St. Yosep Langgur bertujuan untuk menghentikan segala aktifitas perundungan di sekolah dan menularkan perilaku yang baik kepada seluruh warga sekolah melalui berbagai kegiatan positif.
Demikian disampaikan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Siwalima St. Yosep Langgur, Johanis Soetrisno Renjaan, dalam sambutannya pada kegiatan Deklarasi Anti Perundungan (Bullying) di sekolah setempat, Sabtu (18/12/2021).
Renjaan mengungkapkan, dari 16.316 SMK di Indonesia, SMK Siwalima St. Yosep Langgur termasuk dalam deretan sejumlah SMK yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program Roots Day (Anti Perundungan).

Program tersebut merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi dengan UNICEF.
“Nanti tim Roots Day dan para siswa yang tergabung dalam agen perubahan akan melakukan kegiatan sebagai tindak lanjut dari deklarasi hari ini, agar kita bisa mengetahui hasilnya sesuai target atau tidak. Kegiatan ini akan berkelanjutan terus-menerus di sekolah ini,” tandas Renjaan.
Selaku kepala sekolah, Renjaan menegaskan agen perubahan harus tampil untuk menyampaikan pesan anti perundungan (bullying) dan mengajak seluruh elemen SMK setempat berkomitmen menghapus segala bentuk perundungan di sekolah ini, sehingga SMK Siwalima St. Yosep Langgur dapat menjadi sekolah yang nyaman, aman, damai dan bebas dari perundungan.
“Agen perubahan harus menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif bagi teman sebaya, yang dimulai dari diri masing-masing,” katanya.
Pada kesempatan itu pula, Renjaan menyematkan tanda pengenal kepada perwakilan siswa-siswi yang tergabung dalam agen perubahan, dilanjutkan dengan pembacaan serta penandatangan Deklarasi Agen Perubahan Anti Perundungan SMK Siwalima St. Yosep Langgur oleh para pendidik dan siswa-siswi setempat.


