MTQ Ke-XXIX Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2021 Resmi Ditutup

Bupati Malra Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun, menutup secara resmi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara di Ohoi danar, Selasa (15/12/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Tahun 2021 secara resmi ditutup.

Iven dua tahunan yang dipusatkan di ohoi (desa) Danar Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati setempat M. Thaher Hanubun, Rabu (15/12/2021), yang ditandai dengan penabuhan beduk.

“Pelaksananaan MTQ ke-29yang telah kita buka beberapa waktu lalu, tanpa terasa di malam hari ini telah memasuki tahap akhir, atas nama pemerintah kabupaten maluku tenggara. Saya menyampaikan terimakasih, rasa bangga serta syukur atas kelancaran penyenggaranaan MTQ ini,” ungkap Bupati mengawali sambutannya.

Dijelaskannya, MTQ merupakan salah satu momen dan forum bagi umat Islam untuk merefleksikan Alqur’an, dengan membaca dan memahami sesuai dengan standar yang telah disusun oleh para ulama.

Bacaan yang bagus, hafalan yang lancar, dan pemahaman yang benar, yang telah disajikan dalam MTQ ini merupakan salah satu cara umat islam untuk mempedomani alqur’an sebagai petunjuk.

“Saya berharap suksesnya acara ini tidak hanya dalam penyelenggaranaan seremonial semata, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memahami dengan baik dan benar apa yang menjadi isi dari kandungan Alquran,” katanya.

“Melalui MTQ kita berharap akan lahir generasi emas yang hatinya terikat dengan Alquran, tetapi memiliki semangat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekonolog serta terus berinovasi untuk kemaslahatan umar dan bangsa. Tumbuhnya generasi qur’ani yang tercermin dari sikap dan perilaku. niscaya akan memberikan kontribusi terwujudnya Maluku Tenggara Hebat,” katanya menambahkan.

Selain itu, lanjut Bupati, melalui MTQ ini telah dapat diperoleh Qori dan Qoriah terbaik yang akan mewakili dan mengharumkan nama Kabupaten Maluku Tenggara dalam ajang tingkat Provinsi hingga tingkat nasional.

“Kepada Qori/qoriah terbaik, saya mengucapkan selamat atas kesuksesan yang telah saudara raih, seraya menyampaikan harapan, agar saudara-saudara terus berlatih, ingatlah bahwa tantangan saudara tentunya semakin berat baik untuk mempertahankan maupun berkompetisi dengan utusan daerah lainnya,” tandasnya.

Kepada para kafilah yang belum memperoleh juara pada kesempatan ini, Bupati Hanubun meminta hendaknya tidak kecewa dan berkecil hati, dan menjadikan pengalaman ini sebagai pendorong dan motivasi untuk lebih memacu prestasi dan kualitas yang lebih baik lagi.

“Terima kasih secara khusus, saya sampaikan kepada Alhafiz KH Mukhtar Fatawi dan Qori internasional Hi. Muhammad Ridho yang sudah memberikan motivasi dan ilmunya dalam MTQ ini termasuk melantunkan Kalam Ilahi yang sungguh indah dan luar biasa. Semoga apa yang ditunjukkan memberi semangat kepada generasi kita,” terangnya,” tukasnya.

Menurutnya, lantunan ayat Alqur’an yang indah dan luar biasa, mengingatkan kita pada sejarah masuk islamnya Sayyidina Umar Bin Khatab, dimana awalnya beliau sangat keras menentang dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, tapi setelah mendengar secara langsung untaian ayat dari Surah Thaha (ayat 1-8) yang dilantunkan keluarganya.

Pada kesempatan itu, Bapak Toleransi Malra ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada panitia penyelenggara serta seluruh masyarakkat Malra khususnya masyarakat ohoi Danar, atas segala dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan MTQ ini.

Kerja keras da kepedulian saudara-saudara adalah wujud dari tanggung jawab kita dalam syiar agama serta kecintaan terhadap alqur’an. Semoga Allah SWT mencatat amal baik dan pengorbanannya.

Ucapan yang sama pula disampaikan orang nomor satu Malra ini kepada seluruh kafilah MTQ atas ketekunan, kedisiplinan serta sportifitas yang telah sudara tunjukkan selama perlombaan berlangsung.

“Apresiasi yang luar biasa juga saya sampaikan karena kafilah/ tim perwakilan setiap yang ikut dalam rangkaian MTQ ini, bukan hanya umat islam semata, namun teribat juga basudara kita yang beragama Katholik, Protestan, Hindu dan Budha. Ini adalah simbol moderasi beragama, dimana perbedaan adalah rahmat dan bukanlah pemisah kita, justru menjadi alat pemersatu dalam bingkai kebersamaam dan kekeluargaan. Semoga suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang sudah terjaga dengan baik ini, dapat dipertahankan dan dikembangkan dimasa akan datang,” pungkasnya.

Pos terkait