Jembatan Darurat Di Ohoi Reyamru Mulai Dioperasikan Penggunaannya

Jembatan darurat dengan konstruksi Baley yang terletak di ujung Jalan Ohoi (desa) Reyamru Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), mulai difungsikan penggunaannya.

Langgur, MalukuPost.com – Jembatan darurat dengan konstruksi Baley yang terletak di ujung Jalan Ohoi (desa) Reyamru Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), resmi mulai difungsikan.

Kepada MalukuPost.com, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) setempat Herling Priartha membenarkan hal tersebut.

Jembatan sepanjang 15 meter tersebut merupakan akses dari dan ke Kecamatan Kei Besar Utara Timur yang sebelumnya ambruk akibat banjir beberapa bulan lalu.

Selain itu, masyarakat di Kecamatan Kei Besar Utara Timur yang ingin bepergian ke pusat-pusat kecamatan lainnya sudah tidak bermasalah lagi dengan konektivitas.

Diharapkan dengan adanya jembatan tersebut mobilisasi logistik dan lain-lian segera tertangani.

“Jadi akses untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan bisa terlayani dengan adanya jembatan darurat (sementara) itu,” ujar Herling.

Untuk diketahui, jembatan yang diberi nama Wear Lakes oleh warga setempat tersebut sifatnya mobile dan fleksibel.

“Artinya katong tidak berharap, namun kita harus punya tanggap bencana, karena kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Misalnya di Malra terjadi kejadian-kejadian serupa, maka rangka Baley itu bisa dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya jembatan yang patah sepanjang 5 atau 6 meter maka bisa disesuaikan,” tuturnya.

Diakui Herling, sejak awal pihaknya berencana untuk membangun jembatan darurat dengan menggunakan batang-batang kelapa, namun rencana tersebut diurungkan karena dengan bahan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah secara efisien-efektif, mengingat saat ini sementara dilakukan proses tender untuk proyek pekerjaan jalan Hollat-Banda Eli

“Tentunya nanti selama pekerjaan proyek tersebut, bahan-bahan materialnya akan dimuat melintasi jembatan darurat itu, ditambah pula dengan alat-alat berat lainnya. Sebagai satu-satunya akses, maka dengan menggunakan batang-batang kelapa nanti berat (tonase) tidak sesuai struktur jembatan. Kalau dengan menggunakan rangka Baley, setidaknya akan aman dari sisi teknis maupun dari berat/bobot kendaraan yang akan lewat,” tandasnya.

Dengan pertimbangan tersebut, maka saat ini jembatan darurat dengan rangka baley tersebut sudah selesai dikerjakan dan dapat digunakan untuk mobilisasi kegiatan pekerjaan jalan.

Terkait pembangunan jembatan baru, lanjut Herling, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR Provinsi Maluku, dan saat ini sementara disusun/disiapkan perencanaan teknis pembangunan jembatan Reyamru.

Perencanaan tersebut nantinya akan diusul di DAK 2023 (karena itu ruas jalan provinsi). Bupati Malra juga sudah membangun koordinasi baik dengan DPRD Provinsi Maluku khususnya anggota DPRD asal Dapil VI.

Lewat bantuan Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Provinsi Maluku sedang melakukan proses pengusulan di DAK 2023.

“Saat ini kita sementara godok perencanaannya sehingga bisa masuk. Jadi perencanaan teknis disiapkan lebih dulu baru kita anggarkan fisiknya. Nah, sekarang dalam penyelesaian perencanaan fisik untuk diusul dalam Program Infrastruktur Tahun 2023 pada Dinas PUTR Provinsi Maluku,” jelas Herling.

Proses ini melibatkan Dinas PUTR Provinsi Maluku Dinas PUTR Kabupaten Malra.

“Jadi perencanaannya di kita (Dinas PUTR Malra). Kita yang anggarkan biayanya. Kami sharing bersama. Alhamdulilah mereka (Dinas PUTR Provinsi Maluku) sudah bantu fisiknya, bangunan sementara juga mereka sudah lakukan pengadaan, jadi kami anggarkan perencanaannya dari APBD Perubahan (APBD P) 2022 kabupaten Malra. Sekarang lagi proses usul anggarannya. Intinya, kami usulkan perencanaan teknisnya di APBD P 2022, sementara di dinas PUTR Provinsi Maluku yang mengakomodir biaya pembangunan fisik jembatan yang baru,” pungkasnya.

Pos terkait