Ini Penyebab PLN Larat Belum Bisa Layani Pelanggan 24 Jam

Manager UP3 PLN Saumlaki, Roberth Laimena

Saumlaki, MalukuPost.com – Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Saumlaki, Roberth Laimena menyatakan, pihaknya belum bisa mengoperasikan pelayanan selama 24 jam kepada para pelanggan di wilayah kerja Kantor Pelayanan (KP) Larat, kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Tiga bulan yang lalu itu masyarakat demo meminta 24 jam pelayanan listrik. Nah, untuk Larat, belum bisa masuk dalam kriteria. Jika sudah memenuhi kriteria maka bisa ditingkatkan menjadi 24 jam. Kewenangan menetapkan ini adalah pimpinan Wilayah,” ungkapnya di Saumlaki, Rabu (28/9/2022) menyusul keberatan warga setempat yang telah disuarakan melalui aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Menurut Robert, saat ini KP Larat masih melayani para pelanggan selama 18 jam per hari, yaitu dimulai pada pukul 18:00 WIT hingga pukul 12:00 WIT. Sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi sebelum adanya peningkatan status pelayanan menjadi 24 jam adalah harus memperhitungkan kajian financial, penempatan pegawai, gaji, biaya pemeliharaan dan sebagainya.

“Selain itu, pertumbuhan pelanggan PLN di KP Larat belum signifikan. Kondisi ini diperparah lagi dengan masih banyak pelanggan PLN yang menunggak biaya langganan listrik sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.

Meskipun tidak merinci total tunggakan pelanggan di KP Larat, Roberth menilai, para pelanggan di wilayah ini belum kooperatif menjalankan kewajibannya.

Dijelaskan Robert, selain sejumlah persoalan itu, operasional sejumlah unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di KP Larat terganjal dengan adanya sejumlah tiang listrik di sepanjang jalan menuju desa Lemdesar Timur dan Lemdesar Barat yang sudah termakan usia sehingga keropos.

“Wilayah kita ini jaraknya agak jauh sehingga menjadi kendala untuk rekan-rekan kami di lapangan,” ujarnya sembari menambahkan untuk memaksimalkan pelayanan, pihaknya telah melakukan penggantian sejumlah tiang yang sudah keropos dan melakukan proses pemindahan tiang di sekitar daerah pesisir pantai karena dekat dengan air garam.

KP Larat Surplus Listrik

Roberth Laimena menyatakan, kapasitas mesin pembangkit listrik tenaga diesel di KP Larat masih tersedia 230 Kilo watt (KW).

“Artinya, untuk KP Larat, kita masih surplus listrik,” katanya.

Robert menegaskan, meski begitu PLN akan menambah kekuatan mesin 500 Kw untuk menjaga keandalan sistem di wilayah kerja KP Larat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Total daya ini akan ditambah dengan kemampuan daya yang sedang digunakan karena belum mencapai 1 Mega watt (Mw),” tandasnya.

Kerja Sama Operasional Dengan Pemkab Kepulauan Tanimbar

Di masa pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar periode 2017-2022, Pemkab setempat telah melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan PLN UP3 Saumlaki.

Pemkab Kepulauan Tanimbar di masa kepemimpinan Bupati Petrus Fatlolon itu telah membantu operasional PLN KP Larat dengan dua unit mesin PLTD dengan kapasitas masing-masing 250 kilovolt ampere (KVA) atau kapasitasnya bisa mencapai 400 KW.

“Mesin tersebut merupakan hasil kerjasama operasi antara pemerintah kabupaten Kepulauan Tanimbar dan PLN dan telah ada tanda tangan kerjasama sebelum saya menjabat,” bebernya sembari menyebutkan, dua unit mesin pembangkit listrik itu sangat membantu pihaknya dalam beroperasi selama ini.

Pos terkait