Ada Pria Muslim Dibalik Kampiun Kontingen Pesparani Maluku Tenggara

Arvin Zeinullah sebagai Conductor bersama Paduan Suara Mahasiswa Unpad Choir saat tampil di Tours, Perancis 2022. (foto: dokpri arvin)

Catatan Geraldo Leisubun

Kisah dibalik kesuksesan Kontingen Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku asal Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) khususnya paduan suara, ada tangan dingin pria Muslim.

Adalah Arvin Zeinullah (45), pria Muslim asal Bandung Jawa Barat, yang dipercayakan sebagai pelatih (coach) khususnya kategori Paduan Suara Dewasa Geregorian Pria, Paduan Suara OMK dan Paduan Suara Dewasa Campuran.

Conductor saat Konser pre kompetisi 2019 di Jakarta. (foto: dokpri arvin)

Ketiga kategori paduan suara yang ditanganinya tersebut turut menghantar kontingen Malra raih Gold (champion) dan berhak tampil di podium utama dalam iven Pesparani Katolik IV yang baru saja usai.

Ditemui MalukuPost.com di Langgur, peraih penghargaan Best Artistic Director pada 59th International Habanera Choir Contest di Torrevieja, Spanyol (2013) itu menceritakan pengalamannya dalam bermusik maupun pelatih.

“Saya asal dari Bandung. Saya lebih lama hidupnya di Bandung, dan selama seminggu itu saya bolak-balik untuk mengajar di Bandung-Jakarta-Bogor. Saya ngajar di Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pusat Pendidikan Musik Vokal Gita Swara Jakarta,” tuturnya.

Dirinya mulai aktif mempelajari vokal paduan suara di Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpad Bandung. Ia mendalaminya melalui konser dan kompetensi di dalam maupun luar negeri.

Arvin juga pernah bergabung dalam beberapa paduan suara ternama, yaitu Twilite Chorus, Jakarta Conservatory Vocal Ensemble, Musicanova Chamber Choir, Asiaccatura dan Batavia Madrigal Singers.

“Saya menekuni kepelatihan paduan suara sejak tahun 2001 saat masih jadi mahasiswa Unpad Bandung. Karena waktu itu pelatihnya melanjutkan studi ke luar negeri, saya yang menggantikan. Ternyata sejak tahun 2001 hingga 2022 ini saya masih dipercaya disana (Unpad),” terangnya.

Sejak tahun 2003, ia telah mengajar vokal dan musik di IPB. Karena separuh dari kegiatannya ada di Jakarta, sehingga setiap akhir pekan ia ke Bogor untuk mengajar vokal musik di IPB.

“Jadi selama seminggu itu saya melatih di dua kelompok paduan suara. Saat ini saya juga melatih paduan suara Evav Madrigal Singers (EMS) Langgur. Dulunya saya pernah aktif di paduan suara Batavia Madrigal Singer juga, tapi sejak sibuk melatih di PMS akhirnya saya memutukan untuk postpone (menangguhkan) dulu di Batavia Madrigal Singer. Untuk EMS, saya masih rutin datang ke Langgur Maluku Tenggara seuai kebutuhan. Dalam setahun itu saya kesini 2-3 kali,” tuturnya.

Bersama Paduan Suara Mahasiswa Unpad Choir (foto: dokpri arvin)

Pria muslim latih paduan suara Pesparani

Arvin sebelumnya pernah menangani paduan suara kontingen Pesparani Provinsi Maluku untuk kategori Paduan Suara Laki-Laki (Male Choir) saat perhelatan Pesparani Katolik I Tingkat Nasional di Ambon tahun 2018.

“Ceritanya itu saya diundang untuk melatih Paduan Suara Laki-Laki (Male Choir) di Pesparani I Tingkat Nasional di Ambon tahun 2018. Itu adalah sebuah pengalaman yang baru bagi saya untuk melatih di kelompok yang spesifik agamanya,” beber Arvin.

Pria yang membawa PSM IPB Agria Swara berprestasi dalam International Johannes Brahms Choir Competition di Wernigrode Jerman (2005) tersebut mengatakan, dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya ia seringkali sudah berinteraksi dengan berbagai kalangan yang berbeda keyakinan.

“Misalnya di EMS Langgur yang mayoritasnya Katolik, teman-teman saya juga di lingkungan paduan suara di Jakarta, Bandung dan Bogor itu terdiri dari berbagai macam kalangan. Jadi, bagi saya ini bukan sesuatu hal yang tabu atau menegangkan atau lainnya. Karena saya sudah terbiasa untuk berinteraksi lintas iman,” jelasnya sambil tersenyum..

Bersama Paduan Suara IPB Agria Swara. (foto: dokpri arvin)

Meskipun seorang Muslim, Arvin merasa senang ketika mendapat kesempatan untuk berbagi memberikan ilmu vokal dan musik kepada mereka yang berbeda keyakinan dengannya.

“Bagi saya, ilmu itu tidak terbatas oleh agama. Jadi, ilmu musik (vokal, paduan suara) itu universal. Di Indonesia bagian barat, musik paduan suara memang berkembang pesat seperti disini, dan itu diikuti dan dinikmati oleh berbagai kalangan. Bahkan dengan pilihan genre musik (lagu-lagu Sakra) itu juga dinyanyikan oleh lintas iman. Jadi, itu menjadi sebuah fenomena yang menarik,” ungkap pria peraih penghargaan internasional sebagai dirigen pada Kamadij Kulondij (Best Artistic Conductor) di The 11th Budapest International Choir Competition (2007) ini.

Arvin menyatakan, musik gregorian dan sakra sudah tidak asing lagi untuknya. Baginya, musik itu universal. Ia sungguh memahami konsep bermusik (baik itu musik gregorian maupun sakra).

“Saya meyakni bahwa musik itu universal dan merupakan kajian tekstual. Musik yang dinikmati dengan segala kaidahnya itu bisa dilakukan semua kalangan. Saya rasa disitu point pentingnya,” kata pria yang menjadi Choir Advisor maupun juri di berbagai kegiatan paduan suara di Indonesia tersebut.

Bersama PSDC Kabupaten Malra pada Pesparani Katolik I Provinsi Maluku 2022. (foto: dokpri arvin)

Ketika ditanya tentang prestasi yang diraih kontingen Pesparani Kabupaten Malra, pelatih yang menghantar PSM IPB Agria Swara berprestasi dalam The 3rd Rimini International Choral Competition di Rimini Italia (2009), dan The IV International Harald Andersen Choir Competition di Helsinki Finlandia tersebut mengatakan, itu adalah buah dari perjuangan, karena tidak ada usaha yang menghianati hasil.

Menurutnya, jika ingin mencapai sebuah kesuksesan tentu harus memiliki sebuah sistem dan budaya yang baik dalam mencapai satu tujuan.

“Ini bukan perjuangan saya melainkan sistem (tim). Karena itu kita harus menjadi orang-orang yang bijak, tidak melihat ini sebagai kemenangan yang milik Malra tapi milik Maluku,” pungkas Arvin.

Itulah seorang Arvin Zeinullah. Pria Muslim yang meyakini bahwa ilmu itu tidak terbatas oleh agama. Musik itu universal dan bukan sesuatu yang tabu baginya. Dari musiklah, jiwanya mudah berinteraksi dengan berbagai kalangan lintas iman.

 

Langgur, 1 Oktober 2022

Pos terkait