Kades Arma Dinilai Arogan dan tidak Transparan Soal Keuangan Desa

Saumlaki, MalukuPost.com – Kepala Desa (Kades) Arma, kecamatan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Isak Jambormias dinilai arogan oleh warganya lantaran pengambilan keputusan sejumlah kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang tidak melibatkan warganya.

Selain dinilai arogan, kades Isak juga dinilai tertutup atau tidak transparan dalam pengelolaan keuangan di desa.

“Seperti dana kompensasi Rp.50 juta dari HPH, Kades gunakan tanpa persetujuan RT/RW dan juga pemuda. Setelah dipakai baru dia beritahu ke masyarakat. Ini jelas kebijakan yang arogan,” kecam Elias Batkormbawa, Ketua pemuda di Arma, Rabu (19/10/2022).

Elias Batkormbawa, Ketua Pemuda Desa Arma

Dijelaskan Elias. sejumlah persoalan di desa yang tidak mampu dibenahi oleh kades mengakibatkan desa Arma tidak berkembang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Misalnya dalam bidang kepemudaan, pada batang tubuh APBDes, termuat dana pembinaan pemuda senilai Rp10 juta setiap tahun ditambah Rp5 juta untuk insentif.

“Namun tidak pernah dikucurkan untuk digunakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, setiap kali kegiatan pemuda, kami talangi dengan uang pribadi tanpa ada dukungan dana dari pemdes,”tandasnya.

Elias mengaku, dirinya tidak pernah dilibatkan oleh kades dalam musyawarah pengambilan keputusan di desa, bahkan, usulan-usulan pemuda tidak pernah diterima.

“Setiap Musrenbang desa kami usul sejumlah hal seperti pembangunan talud tetapi tidak pernah dibuat, hanya beberapa meter yang dikerjakan di seputaran pastori,” ujarnya.

Senada, tokoh adat setempat, Maxmilian Batkormbawa menyatakan kekesalannya terhadap kepemimpinan Kades Isak yang sudah banyak mengecewakan masyarakat.

“Desa ini makin hari makin melarat. Semua proyek tidak jelas. Ini bukan desa demokrasi tetapi diktator. Hak milik desa dari para leluhur seperti hutan dan tanah yang dikelolah oleh perusahaan, tidak transparan dalam pengelolaan. Kami tidak tahu bahwa dapat berapa dari perusahaan,” kecamnya.

Maxmilian yang pernah menjabat sebagai kepala desa Arma periode 1969 – 1973. menyebutkan selama tiga tahun kepemimpinan Isak tidak ada pembangunan fisik yang dikerjakan di desa.

Maxmilian Batkormbawa, Mantan Kades Arma

“Uang miliaran rupiah yang mengalir ke desa ini tidak seratus persen masyarakat terima. Kita tinggal di desa ini bagaikan sampah, Bapak dan ibu wartawan bisa lihat sendiri to?” ujar tuan tanah ini dengan harapan, persoalan di desa bisa menjadi perhatian pihak penegak hukum,” katanya.

“Menurut saksi kami saudara Lukas Jambormias Rp50.000.000 bahwa kades isak memakanya untuk urusan pribadi padahal belum dilantik sebagai ketua pemangku adat oleh tuan tanah,” katanya lagi.

Menurut Maxmilian, persoalan lain yang tidak mampu dilakukan oleh kepala desa adalah hingga kini belum ada pelaksanaan eksekusi keputusan pengadilan soal batas wilayah Arma dan desa Watmuri. Selain itu, masyarakat belum bisa dilayani di Pustu setempat karena bangunan itu sedang dipalang oleh seorang warga akibat pemdes Arma belum melunasi pinjaman material untuk pembangunan gedung tersebut.

“Kalau menurut saya, dia (Isak) tidak layak lagi memimpin desa Arma,” tegasnya.

Sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, kepala desa Arma saat ini tidak serius memperhatikan pekerjaannya di desa karena sibuk kuliah dan mempersiapkan dirinya untuk maju dalam bursa pemilihan legislatif mendatang.

Kantor desa yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu, terkesan dibiarkan dan tidak diperbaiki. Sejumlah kaca jendela telah pecah dan hanya dipakai palang.

Selain itu, kantor desa yang berada di tengah-tengah pemukiman, tidak ada ruangan kerja kepala desa, sehingga tidak ada rahasia bagi warga yang hendak mengadu karena segala aktivitas kantor dilaksanakan di dalam satu ruangan terbuka.

Pos terkait