GMN Ajak Pemuda Kei Untuk Mengabdi Dan Membangun Negeri

Langgur, MalukuPost.com – Gelora Muda Nusantara (GMN) telah melaksanakan program pengabdian pada masyarakat.

Kegiatan yang bertajuk Caraka Muda #2 tersebut dipusatkan di Ohoi (Desa) Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Kedatangan rombongan disambut kepala ohoi setempat,  Adriana Woersok bersama warga setempat

Dihadiri delegasi relawan yang terpilih dari seluruh Indonesia, kegiatan tersebut digelar sejak 26 April hingga 7 Mei 2023.

Ketua GMN, Dea Iswandi, dalam press releasenya yang diterima MalukuPost.com, Rabu (10/5/2023) menjelaskan, GMN adalah suatu organisasi non profit yang dibangun sebagai wadah bagi para pemuda-pemudi untuk menjadi katalisator dalam membangun negeri melalui semangat inovasi dan kolaborasi.

“Kami (GMN) memiliki semangat untuk merevitalisasi peran pemuda melalui program yang menumbuhkan sikap simpati dan empati, mendorong berpikir kritis, dan kepemimpinan transformatif,” katanya.

Dipilihnya Ohoi Ohoidertawun, lanjut Dhea, karena merupakan salah satu desa dengan kategori desa wisata mandiri yang memiliki inovasi dalam pengembangan potensi desa menjadi unit kewirausahaan mandiri.

“Masyarakat Ohoidertawun masih menjaga budaya dan tradisi dengan baik. Di Ohoidertawun kehidupan masyarakat dijalankan dengan sangat harmonis, dibuktikan dengan pembangunan tempat ibadah secara gotong royong oleh masyarakat dengan kepercayaan yang berbeda,” tandasnya.

Olehnya itu, sangat tepat jika Ohoidertawun dipilih sebagai lokasi Caraka Muda #2 yang tujuan utamanya menjadi wadah bagi pemuda-pemudi untuk belajar nilai dan norma kehidupan di masyarakat.

Dhea mengungkapkan, edisi kegiatan kali ini, Caraka Muda membawa beberapa program dengan berbagai fokus bidang yang berbeda untuk diimplemantasikan ke masyarakat Ohoidertawun.

Salah satu program pada bidang pendidikan yakni pengembangan dan peningkatan kemampuan literasi bagi siswa-siswa di Ohoidertawun.

“Mengingat kegiatan Caraka Muda #2 kali ini bertepatan dengan hari pendidikan Nasional. Selain itu terdapat juga beberpa program lainya, seperti pada bidang lingkungan dan kesehatan” tutur Dhea.

Luthfi Ridzki Fakhrian sebagai salah satu delegasi mahasiswa dari Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta mengatakan, sejak awal sudah tertarik dengan niat dan komitmen dari GMN yaitu keinginan mengoptimalkan peran anak muda untuk turun tangan dalam menciptakan perubahan bagi negara Indonesia. Salah satunya diupayakan lewat hadirnya kegiatan Caraka Muda #2 dengan output lahirnya kertas kebijakan atau policy paper untuk ohoi Ohoidertawun.

“Namun, selain itu bagi saya sendiri pengabdian disini meninggalkan kesan yang berbeda, karena ternyata justru ohoi ini banyak memberikan saya pelajaran tentang kehidupan, dari desa ini saya bisa melihat bagaimana bingkai keberagaman Indonesia bisa terangkum dalam satu harmoni yang utuh, sehingga menurut saya jika Syahrir bisa bilang kalau “jangan mati sebelum ke Banda Neira”, maka tentang ohoi Ohoidertawun, Kei Kecil, saya akan bilang bahwa “jangan mati sebelum belajar tentang keberagaman dari kepulauan Kei”,” ungkap Luthfi.

Selain itu, anggota GMN lainnya yakni Bagus Adi Saputro, menerangkan bahwa setidaknya ada beberapa hal yang melatarbelakangi pihaknya dalam mewujudkan sebuah gerakan sosial yang nyata dimana diperlukan kepedulian terhadap daerah yang kurang perhatian akan pemerintah dan juga daerah 3T (Terdepan, Teepencil, dan Tertinggal).

Dengan demikian, kegiatan ini bisa menjadi sebuah sarana bagi anak muda yang ada diberbagi penjuru indonesia untuk menyalurkan ide kreatifnya dalam pemberdayaan masyarakat terutama yang ada di ohoi Ohoidertawun di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga lingkungan.

Dirinya berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi setiap element yang ada di desa Ohoiderwatun dan juga sekitarnya baik dari pemangku kebijakanya atau pemerintah setempat hingga masyarakat..

Dalam kegiatan ini, seluruh delegasi dipimpin oleh Koordinator Umum yaitu Ananta Dwi yang mengajak kawula muda hadir untuk berperan terhadap masyarakat dengan menghadirkan misi sosial dalam beberapa divisi yang ada yaitu Divisi Pendidikan-Kesehatan, dan Divisi Ekonomi-Lingkungan. Misi sosial itu terealisasikan dalam beberapa program kerja yang telah dibagi kedalam divisi-divisi tersebut.

Koodinator Divisi Pendidikan dan Kesehatan Yulia Wulandari yang juga merupakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia mengatakan, setidaknya pihaknya sendiri telah memetakan beberapa permasalahan di desa mengenai pendidikan dan kesehatan, dalam hal pelaksanaannya divisi ini menghadirkan program Permainan Game Edukatif, Post To Post : Aku Indonesia, PHBS, dan Sosialiasi Kesehatan Gigi dan Mulut kepada anak-anak SD, Sosialisasi Stunting.

Sementara Divisi Ekonomi dan Lingkungan yang dipimpin oleh Ananta Dwi, ingin menghadirkan program yang ramah terhadap lingkungan, sehingga nantinya dapat menciptakan lingkungan yang baik dan bersih, divisi ini melaksanakan berbagai program diantaranya adalah Pembuatan Plang, Pembersihan Pantai (beach clean up) dan Sosialisasi penanganan sampah (ecoenzym).

“Semoga dengan adanya kegiatan Caraka Muda #2 yang di inisiasi Gelora Muda Nusantara di Ohoidertawun, Kei Kecil dapat memberikan dampak dan kebermanfaatan bagi masyarakat, serta diharapkan ada hal baik dan pelajaran penting yang didapat delegasi/peserta dalam hidup bermayarakat selama beberapa hari di Ohoidertawun” pungkas Ananta Dwi.

Pos terkait