Pemkot Tual Bangun Rumah Warga Yang Rusak Akibat Konflik

7450b7f6 15cd 4e04 b0a1 73f5efcf8cb7
Wali Kota Tual Adam Rahayaan, S.Ag., M.Si, melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah warga yang rusak akibat konflik beberapa bulan lalu. Selasa (30/5/2023).

Tual, MalukuPost.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah warga yang rusak akibat konflik beberapa bulan lalu.

Kegiatan sekaligus rekonstruksi yang ditangani langsung oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tual tersebut, dipusatkan di kompleks Yarler, Selasa (30/5/2023).

Wali Kota Rahayaan menegaskan, pihaknya akan merampungkan pembangunan rumah warga tersebut sebelum akhir masa jabatannya.

“Bulan Oktober nanti saya dan pak Wakil harus mengakhiri masa jabatan. Kami tidak mau tinggalkan masyarakat diatas dalam keadaan melihat serpihan rumah yang berserakan kiri kanan. Mereka numpang di rumah orang,” ujar kata Kota.

Untuk itu, dirinya berjanji akan merampungkan rumah warga hingga selesai pekerjaannya nanti.

Diketahui, konflik antar warga Yarler dan Banda Ely tersebut terjadi usai ditetapkannya APBD Kota Tual.

Namun demikian, pihaknya tidak ingin dikatakan lalai dalam penanganan konflik dimaksud.

“Memang PUPR telah menyediakan sejumlah angggaran tapi cuma per rumah hanya 20 juta. Saya tanya ke pak Kadis, 20 juta mau bangun apa? Bikin fondasi juga belum tentu cukup,” beber Wali Kota.

Olehnya itu, pihaknya bersama seluruh stakeholder melakukan sejumlah rapat untuk memperoleh sumber anggaran.

Akhirnya, lanjut Wali Kota Rahayaan, bersama DPRD setempat sepakat untuk menggunakan pergeseran anggaran, dengan menyurati Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Maluku.

“Nanti pada saat pembahasan perubahan APBD baru akan tampak pada batang tubuh perubahan anggaran. Ini sistim yang sudah lazim di seluruh republik Indonesia. Kabupaten/Kota lain di republik ini sudah jalan dengan sistim pergeseran anggaran itu,” ungkap Wali Kota.

Usai melakukan presentasi dihadapan BPKP RI perwakilan Maluku, disepakati beberapa hal diantaranya tipe rumah, anggarannya, jumlah rumah yang akan dibangun.

“Setelah balik dari Ambon, kita undang korban hadir di pendopo kita presentasikan rumah yang akan kita tawarkan kepada masyarakat. Saya bilang kalau tipe rumah sesuai ukuran rumah yang rusak tidak mungkin. Kita tawarkan tipe rumah yang seperti yang akan dibangun. Jadi bapak-ibu korban yang berdomisili disini mohon untuk bisa dimaklumi. Ini adalah langkah menurut bahasa istilah saya yaitu sudah langkah yang paling nekat untuk saya berani melakukan pergeseran anggaran,” ungkapnya.

Wali Kota Rahayaan menegaskan, seorang pemimpin dianggap berhasil apabila cepat tanggap melihat persoalan sekecil apapun dilingkungannya. Sedangkan pemimpin yang gagal adalah ketika dia membiarkan masalah yang kecil sudah melebar sampai kepada hal-hal yang buruk.

Pada kesempatan itu pula, dirinya berharap agar jangan lagi terjadi konflik apapun di Kota Tual.

Pos terkait