
Langgur, MalukuPost.com – Terwujudnya sinergitas bekerja untuk maluku tenggara maju, berdaya saing dan berkelanjutan, jadi visi besar bakal calon (balon) Bupati Maluku Tenggara (Malra) Periode 2024-2029, Petrus Beruatwarin (PB).
Hal itu disampaikan PB kepada awak media, usai mengambil formulir pendaftaran di sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Malra, Rabu (24/4/2024).
PB menjelaskan, jika berbicara tentang visi, tentu bermula pada gambaran umum wilayah, kemudian akan bermauara pada isu-isu strategis.
“Kalau kita bicara tentang visi, kita mulai dari gambaran umum wilayah, yang didalamnya terdapat permasalahan,” ujarnya.
Permasalahan dimaksud nyaris ditemukan di semua sektor. Namun tentunya ada yang harus diprioritaskan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan masyarakat, dan bukan keinginan.
Mantan Wakil Bupati Malra Periode 2018-2023 itu menambahkan, merujuk pada gambaran umum dimaksud, makan akan lihat tentang luas wilayah (kondisi geografis maupun demografis).
“Saya punya tujuh isu strategis yakni masih lemahnya kualitas sumber daya manusia, rendahnya tingkat kemiskinan masyarakat dan kemiskinan ekstrim di Malra, tingginya angka stunting. Juga berkaitan dengan perbaikan administrasi, misalnya LKPJ untuk DPRD, LPPD untuk pemerintah provinsi dan pusat, LKPD untuk BPK, ini semua harus kita siapkan. Kemudian bagaimana kita mencapai target pendapatan daerah dari pajak dan retribusi,” ungkap PB.
Selain itu, pihaknya juga akan membuat Standar Pelayanan Minimum (SPM), baik untuk ASN maupun masyarakat.
Ditambah pula dengan persoalan infrastruktur yang masih lemah, belum terpadu, maraknya kerusakan lingkungan hidup, dan tidak kalah pentingnya yakni persoalan tingginya angka konflik di Malra.
“Menanggulangi masalah ketertiban dan keamanan ini perlu kolaborasi dan koordinasi semua pihak yakni pemerintah daerah, DPRD, forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk juga media (pers),” bebernya
PB yang pernah menjabat sebagai Sekda setempat selama 10 tahun itu menyatakan, dari visi besar tersebut akan melahirkan tujuh misi yang didalamnya memuat 11 program prioritas.
“Kalau bicara program kan banyak, nanti dari program prioritas melahirkan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.


