Ambon, Maluku Post.com – Pj. Gubernur Maluku, Sadali Ie, menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan daerah karena merupakan unit dasar masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.
“Kami mengajak kita semua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sosok keluarga bagi pembangunan daerah bangsa dan negara. Momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi daya ungkit pencapaian program Bangga Kencana dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia,” demikian penekanannya saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tingkat provinsi Maluku tahun 2024 di Hotel Santika, Senin, 15 Juli 2024.
Di Harganas tahun ini yang mengusung tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas” itu, Pj. Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung pencapaian program Bangga Kencana dalam mengatasi masalah stunting di Indonesia. Sebab, prevalensi stunting di Indonesia saat ini berada pada angka 21, 5 persen, dimana telah mengalami penurunan sebesar 15,7 persen dalam satu dekade terakhir dengan rata-rata penurunan sekitar 1,57 persen per tahun. Untuk provinsi Maluku, berdasarkan hasil SKI tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi 28,4 persen.
Langkah strategis yang telah dilakukan pada bulan Juni di Provinsi Maluku, lanjutnya, yaitu pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bayi di bawah lima (Balita) tahun yang telah mencapai target sebesar 91,69 persen.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kerjasama antara Dinas Kesehatan, BKKBN, TNI/Polri dan seluruh mitra kerja lainnya sehingga pelaksanaan intervensi serentak dapat terlaksana dan mencapai target,” pungkas Pj. Gubernur.
Ditempat yang sama, Ketua TP-PKK Maluku, Nita Sadali menerangkan, dalam menghadapi berbagai permasalahan daerah dan bangsa, salah satunya masalah stunting, maka keluarga berperan dalam upaya pencegahan maupun penanganannya. Mengingat, angka prevalensi mencapai 28.4 persen,
“Kita semua harus melangkah melalukan intervensi spesifik maupun sensitif,” terangnya.
Sebab, kata Nita, potensi stunting sebagai ancaman bagi generasi masa depan menegaskan bahwa seluruh elemen memiliki tanggung jawab untuk mencegahnya yang mencakup pemenuhan gizi cukup sejak awal kehidupan, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, pendidikan orang tua tentang gizi dan perawatan anak serta dukungan dari berbagai sektor dalam masyarakat.
“Menyadari bahwa stunting memiliki potensi sebagai ancaman dalam mewujudkan generasi yang berkualitas, maka menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melakukan pencegahannya. Dimulai dari calon pengantin, pada saat kehamilan hingga masa tumbuh kembang balita,” jelas Nita.
Diakhir acara peringatan Harganas ke-31, Pj. Gubernur menyerahkan penghargaan Pengelola Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota kepada Kabupaten Maluku Tenggara (Terbaik I), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Terbaik II), Kota Ambon (Terbaik III), Kabupaten Maluku Tengah (Terbaik IV), dalam rangka Harganas ke-31 Tahun 2024 BKKBN Provinsi Maluku.
Sedangkan, Pj. Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali menyerahkan penghargaan kepada BKB Kasih Ibu Desa Hunuth sebagai BKB Terbaik Provinsi Maluku Tahun 2024, TPMB Mutmainah Kota Ambon sebagai Tempat Praktek Mandiri Bidan dan Marhtafons sebagai Terbaik Jingle Dance Akukamu Kota Ambon Kategori Umum.
Acara ini dihadiri, Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, drg. Widwiono dan Pj. Ketua TP-PKK Maluku, Nita Sadali.


