Pj. Gubernur Maluku Minta Kontribusi Bulog dan Distributor untuk Kendalikan Inflasi

Ambon, Maluku Post – Pj. Gubernur Maluku, Sadali Ie memimpin pelaksanaan High Level Meeting (MLM) Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Maluku, bertempat di ruang rapat lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Kamis (4/7/2024).

High Level Meeting (MLM) Pengendalian Inflasi adalah pertemuan tingkat tinggi yang diadakan untuk membahas strategi dan kebijakan dalam mengendalikan inflasi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, ekonom, dan pihak-pihak terkait lainnya. Tujuan utama dari MLM ini adalah untuk merumuskan langkah-langkah efektif dalam mengatasi inflasi, yang dapat meliputi kebijakan moneter, fiskal, serta langkah-langkah lain yang relevan untuk menjaga stabilitas harga dan ekonomi secara keseluruhan.

Pertemuan itu dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Maluku beserta Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Maritje Pattiwaelapia, Kepala Perum Bulog Maluku-Maluku Utara, Perbankan, Instansi Vertikal, Pelaku Usaha (distributor), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan stakeholder terkait.

Pj. Gubernur dalam pertemuan itu mengatakan, persoalan inflasi masih menjadi konsern pemerintah pusat dan menjadi program prioritas yang harus dilakukan oleh Provinsi Maluku, dimana saat ini inflasi Maluku pada Juni 2024 berada pada angka 3,63 persen lebih tinggi dari inflasi nasional 2,51 persen.

“Capaian inflasi ini merupakan akumulasi dari tiga kabupaten/kota IHK, dimana Kota Ambon menjadi kota dengan capaian inflasi tertinggi yaitu 4,49 persen, Kota Tual 3,39 persen dan Kabupaten Maluku Tengah 2,64 persen,” jelasnya.

Kondisi ini, tegas Gubernur, membutuhkan langkah cepat, tepat dalam penangan, jika tidak dikendalikan secara cepat akan berdampak lebih lanjut dan berpengaruh pada seluruh stabilitas baik ekonomi, keamanan, semua akan ikut berdampak.

“Melalui rapat ini, semua pihak dapat bekerjasama dalam rangka meringankan beban masyarakat. Untuk itu, kami meminta bapak/ibu yang hadir saat ini dapat memberikan kontribusi pikir yang konstruktif dalam rangka kita mengendalikan inflasi, “pungkasnya.

Gelar Rapat Bersama Kabupaten/kota

Usai memimpin rapat High Level Meeting TPID, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi dan Persiapan Pelaksanaan PIN Polio.

Rapat dipimpin Pj. Gubernur Maluku Sadali Ie dan dihadiri Pj. Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Djalaludin Salampessy, Plh. Sekda Maluku beserta Pimpinan OPD Lingkup Pemprov Maluku, para Bupati Walikota, Unsur TNI Polri, dan berbagai pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, Pj. Gubernur,  menyampaikan sebagai upaya pengendalian inflasi, TPID Maluku telah melaksanakan High Level Meeting (HLM) bersama distributor dan perbankan dengan menghasilkan beberapa Keputusan yakni, akan dibangun Pasar Inflasi yang menjual barang kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi (HET), dimana barang akan di suplay Bulog dan distributor, subsidi terhadap selisih kenaikan harga komoditas penyumbang inflasi, penertiban ongkos distribusi barang kebutuhan pokok, seperti tarif parkir dan angkutan, antisipasi curah hujan tinggi di bulan Mei – Agustus dengan melakukan koordinasi dengan BMKG terkait puncak musim hujan dan antisipasi keterbatasan stok komoditas hortikultura pada waktu curah hujan tinggi dengan menyiapkan plastik pelindung tanaman.

“Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap perhatian serius dari kita khususnya TPID, kota IHK agar segera mengambil langkah strategis dalam penanggulangan inflasi sehingga capaian inflasi kita terkendali sesuai sasaran yaitu 2,5 persen kurang lebih 1,” harapnya.

Sementara itu, dalam rangka memutus transmisi virus polio dan meningkatkan imunitas terhadap polio, maka akan dilaksanakan Pekan Imunisasi Nasional Polio di Provinsi Maluku dalam 2 tahap, yang disasarkan kepada seluruh anak usia 0-7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Pj. Gubernur Sadali, menegaskan estimasi sasaran di Provinsi Maluku yakni sebanyak 275.564 anak. Adapun vaksin yang digunakan yakni, Novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2), dengan target cakupan sekurang-kurangnya 95 persen untuk masing-masing putaran.

“Segera melakukan langkah persiapan dengan sebaik-baiknya, dengan membuat mikroplanning, melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada lintas sektor, lintas program dan masyarakat pada umumnya,” tutupnya.

Pos terkait