Ambon, MalukuPost.com – Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, secara resmi membuka Evaluasi Lapangan Usul Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pattimura, Selasa (08/10/2024). Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti.
Sadali menyambut baik kegiatan evaluasi lapangan ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan Universitas Pattimura dalam membuka Program Studi Kedokteran Gigi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk memajukan pendidikan tinggi di Maluku,” ungkapnya.
Dijelaskan Sadali, evaluasi lapangan ini bertujuan untuk menilai kesiapan Universitas Pattimura dalam menyelenggarakan Program Studi Kedokteran Gigi, termasuk aspek kurikulum, sumber daya manusia, fasilitas, dan kerja sama dengan institusi kesehatan seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan stakeholder terkait sangat penting untuk mewujudkan cita-cita memiliki generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” ujar Sadali.
Sadali menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu bersaing di era global. “Saya percaya Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura akan semakin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Maluku,” tambahnya.
Pemerintah Daerah, lanjut Sadali, terus berupaya meningkatkan akselerasi pembangunan di berbagai bidang, termasuk sektor kesehatan. “Kami membutuhkan partisipasi aktif dari dunia perguruan tinggi, khususnya Unpatti, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku,” harap Sadali.
Sadali berharap hasil evaluasi ini akan menjadi pertimbangan penting bagi pihak berwenang dalam memberikan izin pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi di Universitas Pattimura. Dengan adanya program studi ini, diharapkan Unpatti dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga medis berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Maluku.
“Semoga hasil evaluasi ini menghasilkan rekomendasi konstruktif, sehingga Program Studi Kedokteran Gigi dapat hadir di Maluku yang kita cintai,” tutupnya.


