Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Kota Ambon harus memperbarui data penerima bantuan sosial (Bansos), yang saat ini belum sepenuhnya menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Pak Walikota berbincang-bincang beberapa waktu lalu, beliau menyampaikan bahwa data yang disampaikan kepada pemerintah terkait penerima bantuan itu harus setiap saat diupdate. Diupdate itu harus dari tingkat desa, tingkat RT,” kata Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta, usai menggelar agenda rutin Jumat pagi bertajuk “WAJAR”.
WAJAR (Walikota dan Wakil Walikota Jumpa Rakyat) berlangsung di halaman depan Balai Kota Ambon, Jumat, 21 Maret 2025, dengan menghadirkan Wakil Walikota dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Roby Sapulette, untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat.
“Kita lihat dari keluh kesah masyarakat, ada bantuan-bantuan sosial yang seperti tadi disampaikan 40 tahun tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Ini menjadi catatan penting karena sebenarnya bukan ibu itu saja, banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Toisuta.
Menurut dia, masalah itu akan menjadi konsentrasinya bersama Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam lima tahun ke depan.
“Tahun-tahun pertama ini kita akan melihat data penerima bantuan sosial ini harus sudah bisa di-terbarukan. Artinya, kita akan melihat bahwa siapa saja penerima bantuan sosial ini yang berhak menerima, sehingga jangan sampai orang-orang itu saja, tetapi ada juga unsur-unsur yang lain yang menyebabkan orang yang berhak menerima tidak menerima, tapi orang yang tidak berhak jadi penerima,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD Kota Ambon itu mengimbau agar para ketua RT dan RW harus memberikan validasi data yang tepat.
“Ini juga akan menjadi monitoring dari saya sendiri dan pak walikota untuk langsung menindaklanjuti lewat lurah dan RT ke bawah,” tegasnya.
Pantauan Jendelakita.com, pada pelaksana WAJAR sesi kedua ini, antusiasme masyarakat sedikit berkurang dibandingkan sesi pertama yang digelar Jumat, 14 Februari 2025 lalu.
Menurut Ely Toisuta, WAJAR kali ini tidak dihadiri Walikota Bodewin Wattimena, lantaran sedang mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan direksi PT. Bank Maluku dan Maluku Utara di luar daerah.
Kendati begitu, masyarakat yang hadir tetap menyampaikan persoalannya mulai dari masalah pribadi hingga yang perlu ditangani oleh Pemkot Ambon. Salah satunya, seorang wanita tua yang mengeluhkan soal bansos yang selama 40 tahun belum sekalipun dia terima dari pemerintah.


