IKN, MalukuPost.com – Pagi yang sejuk menyapa kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (11/11/2025). Di tengah udara segar dan semangat kebersamaan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tampak berbaur dengan para gubernur se-Indonesia. Tak ada jarak, tak ada sekat. Semua bergerak dalam satu langkah, jalan sehat yang menjadi pembuka menuju pelantikan pengurus baru Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2025-2030.
Di hari istimewa ini, Lewerissa bersiap mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Jenderal APPSI, mendampingi Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, sebagai Ketua Umum. Namun sebelum momen pelantikan tiba, serangkaian kegiatan penuh makna telah lebih dulu digelar di jantung masa depan Indonesia itu.
Sehari sebelumnya, Senin (10/11) malam, Otorita IKN menggelar ramah tamah dan makan malam bersama. Acara yang dikemas melalui agenda koordinasi dan monitoring capaian pembangunan IKN itu menghadirkan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, jajaran Komisi II DPR RI, serta para gubernur anggota APPSI dari seluruh Indonesia.
Suasana hangat terasa di setiap meja. Saling sapa, tawa kecil, hingga percakapan ringan mewarnai malam itu. Di antara wajah-wajah serius para kepala daerah, senyum Gubernur Hendrik Lewerissa terlihat mencairkan suasana. Namun, di sela kehangatan itu, ia tak lupa menyuarakan hal yang telah lama menjadi perjuangannya, keadilan bagi wilayah kepulauan.
“Ini bentuk komitmen dan konsistensi kami sebagai Gubernur Maluku maupun Sekjen APPSI. Bahwa suara daerah kepulauan harus terus digaungkan, tidak boleh berhenti. Sudah saatnya negara harus adil untuk wilayah kepulauan,” tegas Lewerissa.
Ia menekankan pentingnya Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini masuk Prolegnas Prioritas 2025 untuk segera disahkan.
“RUU ini bukan sekadar dokumen politik, tapi wujud keadilan geografis bagi provinsi-provinsi seperti Maluku yang memiliki karakter unik dan tantangan berbeda,” lanjutnya.
Semangat Pagi dan Pesan Hijau
Keesokan paginya, semangat kebersamaan itu berlanjut lewat kegiatan jalan sehat di kawasan IKN. Peserta dilepas langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ahmad Wiyagus, bersama pimpinan Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, Dede Yusuf, dan Aria Bima.
Di barisan depan, Gubernur Hendrik Lewerissa tampil sporty dengan kaos putih, topi biru, dan celana training hitam. Ia menyapa rekan-rekan kepala daerah sambil melempar tawa ringan, mencerminkan energi positif yang menjadi ciri khasnya.
Tak sekadar jalan sehat, kegiatan ini juga diakhiri dengan aksi tanam pohon serentak di kompleks IKN, simbol komitmen para pemimpin daerah terhadap pelestarian alam dan masa depan hijau Indonesia.
Gubernur Lewerissa mendapat kehormatan menanam pohon Salem di area yang sama dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. “Pohon ini untuk perbumbuan kan? Ada juga di halaman rumah saya di Jakarta,” ujarnya santai, mengundang tawa di sekitar.
Namun di balik canda itu, terselip harapan yang dalam. “Semoga pohon ini tumbuh subur dan berbuah pada waktunya. Ini bukan sekadar pohon, tapi simbol dari harapan kita, bahwa IKN akan tumbuh kuat dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Lewerissa penuh makna.
Penanaman pohon di IKN hari itu menjadi lebih dari sekadar kegiatan simbolik. Ia memuat pesan moral, para pemimpin tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan. Harapan tentang masa depan Indonesia yang lestari, berkeadilan, dan sehat.
Bagi Gubernur Maluku, kegiatan ini sejalan dengan komitmennya membangun Maluku sebagai daerah ramah investasi tanpa mengabaikan kelestarian alam dan lingkungan. Sebuah keseimbangan yang terus ia gaungkan dalam setiap langkah kepemimpinannya.
“Menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Dan di tanah Raja-Raja ini, kami percaya setiap yang ditanam dengan tulus akan tumbuh memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Lewerissa.


