Dorong Daya Beli Aparatur, Bank Maluku Malut Turunkan Bunga Kredit Multiguna

Ambon, MalukuPost.com – Upaya mendorong daya beli aparatur negara di awal tahun 2026 ini terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kebijakan perbankan daerah. PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku dan Maluku Utara resmi menurunkan suku bunga kredit multiguna melalui program Gebyar Tahun Baru 2026.

Kebijakan ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon ASN (CASN), PPPK, pegawai pra-pensiun, pensiunan, penerima tunjangan sertifikasi guru, hingga anggota DPRD di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrial Imbar, mengatakan penurunan suku bunga kredit multiguna merupakan bagian dari strategi bank daerah untuk menjaga daya beli aparatur sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Kami ingin aparatur negara tetap memiliki ruang finansial yang sehat di tengah berbagai kebutuhan hidup. Penurunan bunga kredit multiguna ini diharapkan dapat meringankan beban dan pada saat yang sama mendorong daya beli,” ujar Syahrial Imbar, kamis (15/1/2026).

Dalam program tersebut, Bank Maluku Malut menawarkan suku bunga istimewa di kisaran 0,67 hingga 0,71 persen per bulan, berlaku sejak Januari 2026 dan dapat diakses hingga akhir tahun di seluruh kantor cabang Bank Maluku Malut.

Tak hanya menurunkan bunga, bank daerah ini juga menyederhanakan proses pengajuan kredit dengan mekanisme persetujuan yang lebih cepat dan layanan prioritas bagi nasabah aparatur.

Syahrial menegaskan, kebijakan ini tidak semata-mata bersifat promosi, melainkan wujud keberpihakan Bank Maluku Malut terhadap para abdi negara dan wakil rakyat yang selama ini menjadi penggerak utama pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Sebagai bank pembangunan daerah, kami memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk hadir memberi solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan daerah kepulauan seperti Maluku dan Maluku Utara,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan daya beli aparatur yang terjaga, perputaran ekonomi lokal diharapkan ikut meningkat, terutama pada sektor perdagangan, jasa, dan UMKM.

Melalui program Gebyar Tahun Baru 2026, Bank Maluku Malut kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penurunan suku bunga kredit multiguna ini menjadi salah satu langkah awal Bank Maluku Malut di tahun 2026 ini dengan optimisme, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait