Insiden Kapolres Jadi Refleksi, Wawali Kota Tual Minta Warga Perkuat Persatuan

Tual, MalukuPost.com – Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan memperkuat kebersamaan selama bulan suci Ramadan.

Ajakan itu disampaikan Amir usai mendampingi Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, menjenguk Kapolres Tual yang tengah menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun, Rabu (25/2/2026).

Menurut Amir, Ramadan bukan hanya momentum ibadah secara pribadi, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.

“Damai itu indah dan perlu kita jaga bersama, apalagi di bulan suci Ramadan. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi lahir dari kesadaran kita masing-masing,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tujuan puasa tidak sebatas menahan lapar dan haus, melainkan membentuk ketakwaan yang diwujudkan dalam sikap saling menghargai, menjaga lingkungan, serta menjauhi hal-hal yang dilarang agama.

Amir mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membangun kesadaran tersebut.

Momentum buka puasa dan sahur bersama, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memberi nasihat kepada anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku negatif.

“Orang tua harus terus mengingatkan. Anak-anak muda juga harus memahami bahwa keamanan kota ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tual dalam mencegah peredaran minuman keras dan narkoba yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan.

Berbagai pendekatan telah dilakukan, mulai dari pendekatan pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga penguatan nilai adat.

“Kita sudah lakukan pendekatan adat, agama, dan pemerintahan. Bahkan sudah ada sumpah adat sebagai komitmen menjaga keamanan bersama,” jelasnya.

Amir menyebut insiden yang menimpa Kapolres Tual sebagai pukulan bagi pemerintah daerah dan menjadi refleksi penting agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan.

“Kita hidup di sini, beraktivitas di sini. Kalau situasi terganggu, semua akan terdampak, termasuk kondisi ekonomi kita yang saat ini juga tidak mudah,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat di 27 ohoi, 11 dusun, dan 3 kelurahan di Kota Tual untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, Amir menegaskan bahwa esensi puasa adalah membentuk ketakwaan yang diwujudkan dalam kepedulian sosial.

“Bukan sekadar menahan lapar, tetapi bagaimana kita saling membantu, menjaga hubungan baik, dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait