Ambon, Maluku Post – Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisuta, meninjau sejumlah lokasi terdampak hujan berintensitas tinggi di Kota Ambon pada Selasa, (28/4), sehari setelah cuaca ekstrem memicu longsor, talud ambruk, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Toisuta mengunjungi kawasan Lateri, Kecamatan Baguala, dan Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, untuk melihat kondisi warga terdampak dan penanganan di lapangan.
“Dari tadi kita sudah tinjau langsung ada beberapa lokasi. Insyaallah nanti diselesaikan. Dari PUPR Provinsi juga sudah turun melihat langsung kondisi di lapangan. Saya berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi bisa berjalan dengan baik dan berdampak bagi para korban,” kata Toisuta.
Selain meninjau lokasi bencana, ia juga mengunjungi korban pohon tumbang yang masih menjalani perawatan di RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon.
Menurut Toisuta, Pemerintah Kota Ambon akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban pohon tumbang. Sementara penanganan longsor dan talud yang rusak dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan membersihkan lokasi terdampak dan menyalurkan bantuan peralatan pada masa tanggap darurat.
“Untuk korban yang tertimpa pohon, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemkot. Untuk longsor dan talud juga akan ditangani melalui BPBD dengan melakukan pembersihan lokasi dan pemberian bantuan peralatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Toisuta mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana tetap waspada, terutama menjelang musim hujan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko banjir dan longsor.
“Kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, terutama yang tinggal di bantaran sungai, mari menjaga kebersihan dan bergotong royong membersihkan sampah. Warga yang tinggal di daerah bukit dan pegunungan juga perlu mengantisipasi longsor dengan mempersiapkan peralatan pendukung,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah kota, hujan deras mengakibatkan talud ambruk di Karang Panjang, Skip, Lateri, dan Batu Merah. Pohon tumbang di kawasan Pandan Kasturi menyebabkan satu orang mengalami luka ringan dan dua orang lainnya mengalami luka berat sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.


