Hujan Guyur Provinsi Maluku

  • Whatsapp
Ambon, (malukupost.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, mengingatkan kepada masyarakat bahwa hujan mengguyur semua kabupaten/kota di Provinsi Maluku hingga beberapa hari ke depan.

“Hujan dengan intensitas ringan mengguyur lima kabupaten dan enam kabupaten/kota lainnya intensitasnya sedang,” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy, di Ambon, Sabtu.

Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tenggara Barat (MTB), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT) dan Maluku Barat Daya (MBD).

Sedangkan hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.

George juga mengingatkan soal kecepatan angin di atas 30 KM/jam yang diprakiraan terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Apalagi, Kepulauan Aru yang secara geogarif letaknya berdekatan dengan benua Australia.

Angin dengan kecepatan kurang dari 20 KM/jam terjadi di Kota Ambon, Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, SBB, SBT, MTB dan MBD.

Disinggung tinggi gelombang, dia menjelaskan, 2 – 3 meter berpeluang di perairan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru dan laut Maluku bagian Utara.

Karena itu, masyarakat diimbau mematuhi peringatan dini yang telah diteruskan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota.

“Jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrim. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” kata George.

Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.

Dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (ant/MP)

Pos terkait