Mutu Pendidikan Tergantung Pengelolaan Sekolah

Ambon, (malukupost.com) – Dosen Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pattimura (Unpatti) DR Patris Rahabav menyatakan tinggi rendahnya mutu pendidikan sangat tergantung dari pengelolaan sekolah.

“Berbicara masalah mutu pendidikan di sekolah banyak variabel yang perlu diperhatikan terutama manajemen sekolah, kata DR Patris, pada kegiatan Lokarya Penguatan Kapasitas manajemen Kepala Sekolah, di Ambon, Rabu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina (YPKKA), yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah SMP dan SMA di seluruh wilayah Maluku.

Menurut Patris, yang juga mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FKPI) Unpatti, mutu pendidikan sangat tergantung bagaimana kepala sekolah memanfaatkan dan mendayagunakan potensi sumber daya manusia yang didukung dengan sarana dan prasrana yang memadai serta menyerap informasi untuk meningkatkan kinerja para di sekolah masing-masing.

“Kegiatan penguatan kapasitas ini dalam kerangka memberikan wawasan kepada para kepala sekolah dengan kompetensinya masing-masing sebagai prasyarat untuk menjadi kepala sekolah,” katanya.

Ia mengatakan, banyak kepala sekolah di YPKKA berlatar belakang pendidikan Filsafat Teologia. Para kepala sekolah tersebut dari sisi kemampuan akademik tidak diragukan, namun dari sisi kemampuan managerial belum maksimal karena mereka tidak disiapkan untuk itu, sehingga sulit menerapkan manajemen sekolah yang profesional.

“Lokarya ini sebenarnya sangat elementer untuk mempersiapkan para kepala sekolah meningkatkan kompetensi pribadi, supaya mereka bisa memancarkan karakter atau kepribadian yang baik dan menjadi teladan bagi seluruh personil di sekolah,” kata Patris.

Lebih lanjut Ia mengatakan, para kepala sekolah sebagai seorang manager bisa memahami dua dimensi, pertama dalam konteks implementasi manajemen umum, dimana mereka mempunyai kemampuan membuat plening, organisasi, memotifasi dan membina para guru.

Selanjutnya mengontrol dan mengawasi para guru sehingga bisa menemukan persoalan-persoalan yang dihadapi dan bisa dikendalikan dengan baik.

“Manajemen operasional perlu mendapat perhatian para kepala sekolah, karena ada delapan bidang garapan yang didesintraliasi di sekolah, diantaranya perencanaan, evaluasi, pembelajaran, sarana dan prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, personalia dan yang terpenting bagaimana membangun kultur untuk sekolah yang baik, Selanjutnya kompetensi berkomunikasi terkait dengan kemampuan bagaimana membangun jejaring dan kemitraan dengan stakeholder dan pihak lain, sehingga para kepala sekolah memiliki pemahaman tentang ruang lingkup bidang tugasnya.

“Diharapkan setelah pulang dari kegiatan lokakarya ini para kepala bisa mengimplementasikan dalam pengembangan institusi masing-masing,” ujar Patris.

Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina, Pastor Agus Arbol,Pr mengatakan para kepala sekolah perlu belajar manajemen modern, karena selama ini menerapkan manajemen tunggal dan sekarang menerapkan manajemen yang melibatkan banyak orang.

“Mangemen sekarang tidak bisa berdiri sendiri tetapi perlu kerja sama dengan orang lain, bagaimana meningkatkan potensi sumber daya manusia di masing-masing sekolah untuk mencapai tujuan bersama yakni pendidikan yang berkualitas,” katanya.(ant/MP)

Pos terkait