Aneh !! Dinkes Kota Ambon Anggap Sepele Permenkes 43

  • Whatsapp
Tuharea : Dinkes Masih Gunakan Permenkes 492 Tahun 2010

Sanitasi Buruk di Depot Air Minum

Ambon, malukupost.com- Sesuai peraturan menteri kesehatan (Permenkes) nomor 43 tahun 2014, seluruh depot air minum diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higenie Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut merupakan bukti tertulis yang menerangkan bahwa depot air minum telah memenuhi standar baku dalam hal ini terkait dengan kualitas air minum.

SLHS ini dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di masing-masing daerah di Indonesia. Tidak hanya bermanfaat, tetapi ini dianggap penting, sebab dengan adanya sertifikat tersebut di setiap depot air minum maka dapat dipastikan depot tersebut tidak terjadi kontaminasi yang berasal dari tempat, peralatan dan penjamah terhadap air minum.

Naasnya hingga kini, penggunaan SLHS belum diberlakukan di Kota Ambon. Dinkes Kota Ambon, merasa cukup dengan Surat Keterangan Kesehatan perusahaan (SKKP) yang diberikan oleh Dinkes melalui uji kelayakan sumber air hingga tempat penampungan awal dan akhir bagi seluruh pengguna air bersih.

Kepala Bidang pemberantasan penyakit dan penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan kota Ambon, Dr Yusda Tuharea kepada Maluku Post, Rabu (18/3) mengatakan, sebagai bukti kelayakan dan standar kualitas air minum, Dinas Kesehatan Kota Ambon masih menggunakan SKKP berdasarkan Permenkes 492 tahun 2010.

“ Untuk kelayakan air minum, kami tidak menggunakan SLHS akan tetapi kami menggunakan Surat keterangan kesehatan perusahaan. Oleh karena air bersih tidak hanya diperlukan oleh depot air minum, melainkan restoran dan hotel juga membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dijelaskan Tuharea, berdasarkan data tahun 2014 sekitar  102 depot air minum tersebar di Kota Ambon, dari jumlah tersebut hanya 68 depot yang memiliki SKKP.

Pantauan media ini di beberapa depot air minum, sangat diragukan kebersihannya terutama bagi penjamah dalam hal ini yang melakukan isi ulang air minum, hal ini membuktikan bahwa dinkes Kota Ambon terkesan malas dalam melakukan survey untuk sanitasi dan higienis depot air minum, apalagi melaksanakan arahan dari permenkes nomor 43 tahun 2014. (08)

Pos terkait