![]() |
| Muhammad Husni |
Olehnya itu, Pemkab.SBB akan menambah Anggaran kurang lebih Rp 5 Miliar lagi agar semua kebutuhan pada pelaksanaan even milik umat Muslim se-Maluku itu dapat terpenuhi secara baik. penegasan ini disampaikan Wakil Bupati SBB, Muhammad Husni di Piru (28/3).
“Dana 14 miliar itu, hasil kalkulasi kami tidak cukup untuk membiayai semua operasional MTQ. Jadi jika DPRD SBB tidak mau, kita mencari dana tambahan melalui pihak swasta, selanjutnya melalui APBD perubahan, DPRD harus menyetujui ulang penambahan sebesar Rp.5 Miliar sebagaimana yang telah kami usulkan sebelumnya,” tandasnya.
Dijelaskan Husni, jika dalam APBD perubahan, penambahan tersebut disetujui maka hal itu telah sesuai dengan hasil kalkulasi awal pihak panitia dan Pemda. Karena pada sebelumnya, pihak Pemda SBB sudah mengusulkan anggaran untuk pelaksanaan even MTQ tersebut sebesar Rp.19 Miliar, namun yang ditetapkan DPRD SBB hanya Rp.14 Miliar. DPRD berpendapat, anggaran sebesar Rp.14 Miliar itu dapat memenuhi semua kebutuhan operasional MTQ, namun kenyataannya sangatlah tidak rasional.
Menurut Husni,dalam belanja kebutuhan, anggaran Rp14 miliar itu ketika dihitung oleh panitia ternyata tidak cukup. Dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan operasional MTQ.
Diakui Husni,yang juga ketua Panitia MTQ, dirinya akhirnya menghapus banyak kebutuhan MTQ yang tercantum dalam daftar kebutuhan untuk perlengkapan kegiatan.
“Seperti dana untuk kebutuhan perlengkapan, yang kami usulkan itu hampir Rp.10 Miliar, namun yang disetujui hanya Rp 4,2 Miliar. Sudah tentu anggaran tersebut tidak cukup, olehnya keperluan seperti perlengkapan, banyak yang sudah kami coret dari daftar,” paparnya.
Mengenai adanya peredaran cek list penggalangan dana tambahan untuk MTQ yang ditanda tangani Bupati Jacobus Puttileihalat, diakui, hal itu memang dilakukan pada dua bulan lalu, namun saat ini sudah dihentikan proses peredarannya.
Menurutnya, penyebaran cek list pencarian dana ke Pejabat PNS baik lingkup Pemkab SBB maupun diluar SBB tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi, karena pihak DPRD saat itu belum memberikan signal kejelasan mengenai akan ada penambahan anggaran untuk MTQ di APBD perubahan.
“Jadi pencarian dana tambahan itu sudah tidak ada, karena sudah dihentikan. Adanya pencarian dana tambahan itu dilakukan karena memang dulu dana yang kami usulkan itu Rp.19 miliar, tapi yang disetujui hanya Rp.14 miliar. Otomatis anggarannya tidak cukup. Apalagi saat itu belum ada signal bahwa DPRD akan menyetujui usulan kami di APBD perubahan, jadi mau tidak mau panitia harus mencari dana tambahan untuk mencukupi semua itu kan,” pungkas Husni.
Dikatakan pula, karena lokasi pelaksanaan MTQ tidak terfokus di satu titik, namun pelaksanaannya tersebar di beberapa wilayah, maka hal itu berdampak langsung terhadap besarnya biaya operasional. Dan factor itulah yang mempengaruhi anggaran MTQ sebesar Rp.14 miliar yang disetujui DPRD SBB tersebut tidak cukup.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan, walau saat ini dari sisi anggaran maupun kesiapan panitia terlihat terseok-seok, namun Ia optimis bahwa penyelengaraan MTQ Provinsi Maluku ke-26 yang akan berlangsung pada pertengahan Mei 2015 itu akan berjalan sukses dan sangat memuaskan. (AAT/MP)


