Jembatan Roboh Setahun, Pemkab SBT terkesan Tutup Mata

Jembatan Roboh di Desa Bula Air, SBT

Bula, malukupost.com – Warga Desa Bula Air, Kecamatan Bula Kabupaten Seram
Bagian Timur (SBT), terpaksa menyeberang sungai dengan menggunakan rakit akibat
jembatan penghubung desa mereka roboh.

Hal ini akibat, jembatan yang menghubungkan  Desa Bula Air dengan Kota Bula (Ibukota
Kabupaten Seram Bagian Timur)  ambruk, sejak
tahun lalu karena terkena banjir, hal ini memperparah akses warga menuju kota
Bula.

Pantauan media ini, satu-satunya akses menuju kota Bula hanya melalui jembatan
tersebut. Namun sampai saat ini, pemerintah kabupaten (Pemkab) SBT, seakan-akan
menutup mata terhadap persoalan ini.

Masyarakat Desa Bula Air jika hendak memasarkan hasil kebun, dan para
pelajar yang hendak ke sekolah terpaksa harus menderita karena menyeberang
sungai dengan menggunakan rakit.

Kondisi ini sangat parah jika terjadi musim penghujan, karena derasnya arus
sungai tersebut sehingga banyak warga dan para pelajar tidak bisa beraktivitas
seperti biasanya.

Rakit yang digunakan untuk mengantar warga menyeberang sungai ini, hasil
swadaya masyarakat desa tersebut, sehingga tidak dilakukan pungutan.

Ayu Kilimangu, salah satu masyarakat yang dikonfirmasi di Bula, Jumat (20/3)
mengatakan, beberapa kali kejadian ada pelajar yang jatuh terseret air sungai,
namun bisa diselamatkan.

“Jika hujan tiba anak-anak kami terpaksa tidak bisa sekolah, karena banjir
dan air meluap, bahkan sudah beberapa kali kejadian, anak kami jatuh terseret
air, beruntung anak ini, bisa menyelamatkan diri” katanya.

Olehnya itu, dirinya berharap adanya perhatian pemerintah daerah maupun
pemerintah provinsi terhadap jembatan yang ada di desanya karena merupakan satu-satunya
akses menuju kota Bula dan desa-desa tetangga. (SF)

Pos terkait