![]() |
| ilustrasi fly over |
Hal ini disebabkan karena beberapa ruas jalan di Kota Ambon, saat ini dianggap tidak mampu menampung kendaraan yang beraktivitas setiap harinya, demikian disampaikan Gubernur Maluku, Said Assagaf di Ambon (19/3).
“Kemacetan pada ruas batu merah pada saat pagi dan sore hari merupakan kemacetan luar biasa, sehingga Pemerintah Provinsi Maluku bersama pemerintah kota telah mendesain jalan layang sebagai jalan keluar mengatasi kemacetan tersebut,” jelasnya
Menurut Assagaf, Pembangunan jalan layang di Kota Ambon membutuhkan biaya sebesar Rp 400 miliar. Dana tersebut telah disiapkan pemerintah pusat, hanya saja saat ini masih terkendala dengan kesiapan masyarakat.
“Biaya untuk pembangunan jalan layang sudah ada, tetapi bagaimana kesiapan masyarakat atas pembangunan tersebut. Karena mungkin ada rumah warga yang akan kami gusur untuk meletakkan tiang pancang jalan layang.” Ungkapnya
Assagaff berharap, masyarakat jangan memikirkan seberapa besar biaya yang akan pemerintah berikan atas dampak pembangunan yang akan dilakukan. Tetapi bagaimana usaha pemerintah untuk melakukan yang terbaik bagi Kota Ambon dan untuk seluruh masyarakat.
“Sukses membangun suatu daerah, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan masyarakat. Sehingga kami berharap masyarakat jangan hanya memikirkan seberapa besar biaya ganti rugi atas dampak pembangunan. Tetapi ganti untung yang pemerintah berikan atas perkembangan pembangunan,” tandasnya. (08)


