Kepsek SLB Batu Merah Ambon Digugat

  • Whatsapp

Ambon, malukupost.com – Lantaran diduga menguasai tanah tanpa ijin pemiliknya yang sah, menyebabkan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Batu Merah digugat oleh pemilik sah lahan tersebut yakni Khoe Tjeng Jaoe, Richan Kisno dan Kuntoro Kisno.

Gugatan terhadap kepala sekolah (Kepsek) SLB Batumerah ini secara resmi telah didaftarkan kuasa hukum pihak Penggugat, Z.A.R.Rumalean di pengadilan negeri Ambon dengan nomor perkara nomor 46/Pdt.G/2015/PN.AB tanggal 11 Maret 2015.

Usai mendaftarkan perkara tersebut, kuasa hukum pengguggat, Rumalean kepada wartawan Rabu (11/3) mengungkapkan. Ketiga kliennya memiliki tanah seluas 8.174 meter persegi. Kemudian tanpa seijin dan sepengetahuan kliennya selaku pemilik lahan.

Dijelaskan Rumalean, Tergugat yakni kepala SLB Batu Merah menguasai tanah tersebut yang dibelinya dari Nurdin Nurlette (tergugat III). Padahal tanah tersebut bukanlah milik Nurdin Nurlette.

Atas tindakan tersebut lanjut Rumalean, pemilik tanah lantas menemui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku (tergugat II) yang saat itu dijabat oleh Salim Kairoti guna mempertanyakan perihal kepemilikan tanah tersebut sekaligus menyerahkan bukti kepemilikan yang sah.

Bahkan tidak itu saja, Rumalean katakan kliennya bahkan juga menemui kepala-kepala dinas pendidikan selanjutnya dengan maksud yang sama. Namun hingga kini tidak ada respons apa-apa dari pihak Dinas pendidikan pemuda dan olahraga provinsi Maluku.

Selain itu juga lanjut Rumalean, penggugat pernah menyurati pemerintah kota Ambon yakni pada tanggal 13 April 2006 dengan perihal memberikan teguran kepada Kepala Sekolah SLB Batu Merah yang diduga telah melakukan penyerobotan tanah milik kliennya itu.  Akan tetapi juga tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah Kota Ambon.

“Lantaran itulah maka klien kami menempuh jalur hukum guna menyelesaikan perkara tersebut lewat pengadilan, “ tandas Rumalean. (RR)

Pos terkait