Pasar Tiakur Terbengkalai, Disperindag Diminta Pertanggung Jawaban

  • Whatsapp
Semy Letelay
Ambon, malukupost.com – Belum tuntasnya perkerjaan pasar di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), membuat DPRD geram dengan hal ini. Pasalnya, tidak ada kejelasan pasti dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku terkait pembangunan pasar ini.

“Ditanya mengenai hal ini, pihak Disperindag Provinsi Maluku selalu mengelak dengan tidak memberikan kejelasan yang jelas,”ujar Semy Letelay kepada wartawan di Ambon, pekan kemarin.

Dijelaskan Letelay, pembangunan pasar Tiakur merupakan proyek tahun 2012 yang berasal dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Provinsi Maluku. Dimana sampai saat ini tidak ada pekerjaan lanjutan, sehingga proyek yang sudah seharusnya selesai ini, masih belum terbengkalai sampai saat ini. 

“Saat saya melakukan reses tanggal 3 Januari lalu, masih terdapat besi-besi yang sedang menganga, dan batako-batako belum juga sampai pada coran pembalak,” papar Anggota Komisi C DPRD Maluku Semy Letelay.

Menindaklanjuti hal ini, Putra MBD yang duduk di DPRD Maluku ini, sudah mempertanyakan hal ini dalam rapat komisi, namun tidak mendapat jawaban pasti dari Disperindag.

“Kemarin saat melakukan pengawasan, lagi-lagi kami tidak didampinggi oleh Disperindag provinsi. Dan jujur kami buta informasi akan hal ini, karena Disperindag selalui menghindar jika ditanya hal ini,”cetusnya.

Yang lebih parahnya lagi, dalam proses pekerjaan tidak dipasang papan proyek, sehingga pihaknya beserta masyarakat tidak mengetahui anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan pasar.

“Saya berharap, agar Disperindag Maluku dapat memberikan kejelasan pasti dari terbengkalainya pasar di Tiakur,”tandasnya. (07)

Pos terkait