Akan tetapi, untuk menghimpun segala Potensi Investasi Daerah (PID) Provinsi Maluku terkendala dengan persoalan data, baik data numerik maupun data spasial yang valid masih minim.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Akuntansi Setda Provinsi Maluku, Roy Halattu, Selasa (12/5) di Ambon mengatakan,data sangat diperlukan untuk menyusun perencanaan investasi, pelayanan investasi serta monitoring dan evaluasi terhadap investor yang sudah ada.
“Pelayanan data dan informasi tersebut hanya efektif dilakukan dengan membangun dan memanfaatkan teknologi informasi. Karena penyediaan data dan informasi kepada calon investor selama ini, terkesan sangat rumit dan bertele-tele sehingga menyebabkan calon investor harus menghabiskan waktu yang terlalu lama dan biaya yang tidak sedikit,”katanya
Menurutnya, layanan informasi investasi yang perlu disediakan, harus didukung dengan Sitem Informasi Geografis (SIG) penanaman modal, yang dapat menyediakan data dan informasi spasial dan non spasial mengenai aktivitas penanaman modal, serta data lainnya yang ditampilkan dalam bentuk peta tematik. (08)


