DPD Maluku PDIP Peringati Hari Lahir Pancasila

Ambon, Maluku Post.com – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maluku memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1945. Peringatan hari Pancasila ini berlangsung di aula DPD PDIP Maluku, Ambon, Senin (01/06).

Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae dalam sambutannya mengatakan, sejak disahkan menjadi dasar budaya pada tanggal 7 Agustus 1945, Pancasila telah mengalami pasang surut terkait eksistensinya sebagai falsafat dan pandangan hidup bangsa.  Dalam kurung waktu 1965 sampai 1998 Pancasila telah menjadi simbol kekuasaan bahkan dimestifikasi terhadap kekuasaan semesta dalam rangka pembangunan nasional. Di era reformasi atas nama pembebasan kita seolah melupakan Pancasila, dan menganggap Pancasila sebagai barang rusak yang tidak relevan dengan modernisasi.

“Akibatnya dengan mata telanjang kita menyaksikan berbagai kerusakan dalam berbagai aspek kehidupan nasional, yang membawa kita pada cengkeraman neoliberalisme, kapitalisme dan terbangunnya fundamentalisme yang merupakan ancaman besar bagi bangsa dan negara,” ujar Edwin.

Dijelaskan, neoliberaisme, neokapitalisme yang dipermulus dengan fundamentalisme di bangsa kita sangat majemuk dan tertinggal, sehingga kedaulatan rakyat di rampas oleh politik transaksional. keadilan rakyat dipecundangi oleh praktek kotor pemilik modal dan kepribadian bangsa di gerus oleh arus modernisasi yang membawa individualisme dan semangat egoise yang sempit.

Itulah sebabnya mengapa nilai-nilai Pancasila perlu direvitalisasi terus menerus. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila berarti kita ingin menegaskan bahwa nilai nilai Pancasila merupakan dasar bagi penyelenggaraan kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dalam berbagai dimensinya baik politik, hukum, ekonomi , pemerintahan, maupun sosial budaya.

“Revitalisasi berarti kita ingin membangun kembali kesadaran segenap potensi kolektif bangsa  agar supaya agar bangsa sebagai bangsa yang besar, karena memiliki dasar filosofi kebangsaan, yang mempersatukan bangsa Indonesia  yang demikian besar dan majemuk dan beragam etnis, bahasa, budaya, dan agama,”ucapnya.

Menurutnya, Pancasila adalah pijakan kuat bagi kita untuk hidup sebagai suatu bangsa yang menghadapi ancaman karena kemajemukan rakyat. Bersamaan dengan itu Pancasila yang telah digali oleh bung Karno 70 tahun lalu sesungguhnya merupakan petunjuk bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita nasional, yaitu rakyat adil dan makmur melalui  jalan trisakti. Berdaulat secara politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

“Maka dengan perayaan momentum perayaan di hari ini, dirinya mengajak seluruh warga PDIP Perjuangan tokoh pemuda untuk terus membangun kesadaran rakyat tentang pentingnya menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai nilai leluhur bangsa sebagai filosofi dan pandangan hidup berbangsa dan bernegara.”tandasnya.

Lanjut Edwin, sebagai rakyat Maluku budaya Maluku Pela Gandong, Aini Ain, kalwedo Kidabela harus dimaknai sebagai keraifan lokal  di dalam tantangan sarinya Pancasila, hanya di dalam negara Pancasila Pela Gandong, Aini Ain, Kalwedo Kidabela akan menumbuhkan kelestarian dan kebesarannya (07).

Pos terkait