Maluku Jadi Pilot Project Program “Wanita Indonesia Hebat”

Ambon, Maluku Post.com – Provinsi Maluku menjadi pilot project pelaksanaan program “Wanita Indonesia Habat”, yang merupakan program unggulan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak RI (PA) yang bekerja sama dengan Tahir Foundation, untuk melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap 500 Tenaga Kerja Wanita (TKW) Maluku yang nantinya akan bekerja di luar negeri.

“Program ini dikhususkan untuk mendidik tenaga kerja perempuan yang trampil, terdidik dan berkualitas, dan Maluku ditetapkan sebagai pilot project dari program ini,” kata Menteri Yohana saat peluncuran program tersebut, di Ambon, Rabu (17/6).

Menurut Menteri, pelatihan ini bukan untuk penyaluran TKW, tapi mempersiapkan mereka agar menjadi TKW yang berkeahlian dan berketahanan, sehingga mempunyai posisi tawar yang kuat, dan terhindar dari tindakan pelecehan. Dimana wanita-wanita ini akan menjadi wanita yang hebat, dan merupakan aset dari pemerintah provinsi Maluku.

“Rekruitmen yang dilakukan tidak sekedar asal-asalan, dimana dalam rekruitmen ini harus berdasarkan persetujuan orang tua atau suami bagi wanita yang sudah berkeluarga,”tandasnya.

Dijelaskan pula, dengan pelatihan yang konsisten maka TKW kita tidak perlu lagi menjadi PRT, sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan yang lebih  baik, sehingga memiliki penghasilan lebih untuk menjadi modal berwirausaha, bahkan wirausaha di luar negeri. Mengingat mereka sudah dibekali keahlian bahasa dan keterampilan yang memadai.

Yohana Yembise berharap melalui program tersebut berbagai kasus yang menimpa para TKI di luar negeri yang mencoreng nama dan wibawa bangsa Indonesia tidak terulang lagi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dalam arahannya, mengatakan pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik program ini. Hal ini bertanda bahwa pemerintah pusat sudah mulai memperhatikan  Maluku, karena Maluku merupakan bagian integral dari wadah NKRI berdasarkan Pancasila dan UU 1945.

“Saya menyambut dengan gembira dengan program ini, dengan harapan di tahun mendatang ada penambahan jumlah peserta. Mungkin di tahun ini 500, dan di tahun-tahun mendatang bisa meningkat 1000 – 15000 orang,”pungkasnya.

Dikatakan Sahuburua, ada lima hal yang harus ditanamkan oleh peserta, yaitu pertama prestasi meliputi  kualitas dan kecerdasan intelektual. kedua mempunyai dedikasi membangun bangsa.  Ketiga, mempunyai disiplin, baik itu disiplin waktu untuk mengatur diri. keempat, mempunyai loyalitas, dan kelima tidak tercela.

Sahubrua mengharapkan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti pelatihan dengan baik, sehingga apa yang didapatkan bisa menjadi bekal dikemudian hari. (07)

Pos terkait