Menurutnya, dari sisi pembiayaan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran senilai Rp.30 miliar untuk membiayai suksesnya pilkada di daerah berjuluk Ita Wotu Nusa.
“Kami yang telah bersepakat dengan DPRD telah menganggarkan dana senilai Rp 30 miliar untuk menyukseskan pilkada serentak yang dilaksanakan pada akhir tahun ini,”ungkapnya.
Dikatakan Vanath, pemerintah kabupaten SBT telah siap dari segala sisi soal kesiapan pemerintah daerah menghadapi pilkada serentak yang nantinya akan diselenggarakan pada akhir tahun ini agar kejadian lima tahun lalu tidak lagi terulang.
Menurut Bupati dua periode ini, kejadian tersebut masih terekam pada benak pikirannya yakni pada tahun 2005 terjadi pembuangan kotak suara di laut, hal ini dimaksudkan agar dapat memenangkan calon tertentu padahal hal tersebut sangat menciderai dunia perpolitikan.
Dijelaskan pula, pada tahun 2010, katanya terjadi insiden pembakaran gedung-gedung kantor pemerintahan dan rumah-rumah warga. Hal ini terjadi lantaran pada kubu-kubu calon tertentu tidak puas dengan hasil yang diumumkan, akhirnya rumah warga dan gedung perkantoran pemerintah menjadi sasaran amukan warga.
“Saya sangat mengharapkan agar insiden tahun 2005 dan 2010 tidak lagi terulang, saya telah menyiapkan berbagai lapangan dengan tujuan masing-masing kubu calon dapat memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi masyarakat,”pungkasnya. (**)


