“Kalau ada dugaan seperti itu, secepatnya dibuat laporan ke Panwas Kabupaten Kepulauan Aru dan tembusannya disampaikan kepada kami di provinsi agar segera bisa ditindaklanjuti,” kata Ketua Bawaslu Maluku, Fadly Silawane, di Ambon, Minggu (26/7).
Langkah seperti ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga pengawas pemilu terkait akan dilangsungkannya pilkada serentak di Kabupaten Kepulauan Aru pada 9 Deember 2015.
Bila laporan resmi diberikan, kata Fadly, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan di lapangan untuk menguji kebenaran berita seperti itu, dan kalau ada unsur kebenarannya maka yang bersangkutan segera diganti.
Terpilihnya Edison alias Econ sebagai Ketua Panwascam Aru Selatan Timur telah menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat kalau seleksi panwascam ini sarat kepentingan guna mendukung salah satu pasangan calon bupati-wabub dalam pilkada serentak akhir tahun ini.
Bahkah sakah satu mantan kader Partai Golkar Aru, Yan Apalem menyatakan kalau Edison adalah rekan separtainya dan menduduki posisi sebagai ketua pimpinan daerah Kecamatan Aru Selatan Timur dan pernah menjadi calon legislatif tahun 2014.
Sehingga mereka mepertanyakan sistem seleksi dan penjaringan yang diselenggarakan pokja seleksi panwascam di Kabupaten Kepulauan Aru yang diduga mengabaikan seluruh administrasi sehingga bisa lolos pada tahap verifikasi berkas calon.
Fadly menambahkan, Panwas merupakan sebuah lembaga yang harus bebas dari partisan dan setiap orang yang terpilih atau lolos seleksi harus benar-benar bersih dari keterlibatan mereka dalam sebuah partai politik.
“Kalau memang ada indikasi seperti yang terjadi di Kecamatan Aru Selatan Timur, maka masyarakat dipersilahkan memberikan laporan resmi secepatnya ke KPU kabupaten dan tembusannya disampaikan ke Bawaslu untuk disikapi,” ujarnya. (ant/MP)


