Keikutsertaan sejumlah mantan pengurus kota PSA ke dalam panitia penyelenggara (panpel) turnamen Wali Kota (Walkot) Ambon Cup I/2015, 20 Juli hingga 30 Juli, menjadi fakta empiris mengapa sentilan mantan PSA di ibu kota Negara Indonesia begitu keras dilantangkan karena benar adanya.
“Dalam struktur personalia Panpel Piala Wali Kota Ambon tahun ini sangat jelas ada beberapa nama yang pernah bermasalah dalam mengurusi PSA dan mengurusi turnamen sepakbola. Mereka ini sudah bermasalah di PSA, tetapi bermain zig zag untuk masuk kepanitiaan. KONI Kota Ambon harus mewaspadai oknum-oknum tidak jelas tersebut,” ingat mantan punggawa PSA dekade 1980an Johanis Londar kepada Maluku Post via ponselnya, Senin (13/7).
Londar pesimis turnamen Wali Kota Ambon Cup akan berjalan dengan sasaran jelas dan tulus karena panpel dikendalikan sosok-sosok bermasalah dengan pembinaan sepakbola Ambon.
“Kalau KONI Kota Ambon tak waspadai oknum-oknum ini, bukan tak mungkin sepakbola Ambon akan kembali hancur karena sasaran mereka hanya materi, bukan pengabdian yang tulus,” ingat Londar. (09)


