Mahasiswa Penerima Beasiswa PT Inpex Gigit Jari

Ambon, Maluku Post.com – Puluhan mahasiswa Universitas Pattimura asal Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang sejauh ini masuk registrasi penerima beasiswa dari PT Inpex Coorporation, kini meradang.

Ketika para mahasiswa penerima beasiswa PT Inpex Coorporation lagi membutuhkan anggaran tersebut untuk membayar uang semester, justru penanggung jawab proyek ini diduga masih menahan beasiswa tersebut dengan alasan tidak rasional.

Kuat dugaan beasiswa PT Inpex Coorporation sengaja didepositkan penanggung jawab proyek ini untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok kepentingan di Unpatti.

“Sampai saat ini kita belum menerima beasiswa PT Inpex Coorporation di semester yang baru ini. Kami (mahasiswa) yang menerima beasiswa PT Inpex Coorporation sangat bingung dengan proses penyaluran beasiswa ini, karena tanggal-tanggal ini adalah batas waktu pembayaran uang semester,” keluh sejumlah mahasiswa asal MBD dan MTB yang enggan menyebutkan identitas mereka di Kampus Unpatti, Rabu (12/8).
   
Mahasiswa asal MBD dan MTB yang merupakan penerima beasiswa PT Inpex Coorporation mengkhawatirkan beasiswa yang ditawarkan perusahaan asal Jepang yang mengeksplotasi gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) di Blok Masela, Kecamatan Babar Timur, MBD, itu merupakan ’gula-gula’ untuk menenangkan hati masyarakat MBD di balik perampokkan sistematis LNG Blok Masela.

“Dugaan kami jangan sampai beasiswa ini hanya gula-gula saja yang sesaat diisap dan selanjutnya hilang dengan sendirinya. Lebih baik tak ada beasiswa daripada masyarakat MBD terus dibohongi PT Inpex Coorporation. Banyak keuntungan yang diperoleh PT Inpex Coorporation, tapi apa balasan nyata kepada masyarakat MBD. Jangan sampai kesabaran kami habis,” protes sumber-sumber itu.

Di lain kesempatan pemuka masyarakat MBD Herman Siamiloy menyesalkan kejadian yang menimpa mahasiswa MBD dan MTB terkait belum dicairkannya beasiswa PT Inpex Coorporation.

Menurut Siamiloy, jika dana tersebut telah dicairkan manajemen PT Inpex ke pihak Rektorat Unpatti hal ini patut dipertanyakan.

“Kalau sampai PT Inpex telah berikan dana ini ke pihak Unpatti, terkutuklah mereka yang mendepositkan dana ini untuk kepentingan pribadi dan kelompok kepentingan di Unpatti. Dan saya mendorong aparat kejaksaan tinggi Maluku untuk mengusut oknum-oknum tidak tahu malu dan tidur di atas penderitaan mahasiswa ini yang lagi susah ini,” kecam mantan Kepala Tata Usaha Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XII Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. (09)

Pos terkait