Ambon, Maluku Post.com – Mantan pemain Perstuan Sepakbola Ambon (PSA)dekade 1980an Nus Toumahuw mengungkapkan keprihatinannya atas nasib persepakbolaan Kota Ambon, Maluku, yang masih terpuruk di tengah melimpahnya potensi pesepakbola muda berbakat.
Untuk membangun lagi atmosfer persepakbolaan di ibu kota Maluku, praktis dibutuhkan sosok-sosok yang mau berkorban dana dan tenaga.
“Untuk bangun PSA sangat butuh sosok-sosok yang rela berkorban. Dulu mungkin ada pak Ety Tanamal, pak Bob Pattiasina, pak Decky Wattimena dan pak John Mailoa. Sekarang sosok-sosok yang berani berkorban itu sudah tidak ada lagi. Di sini masalahnya,” ungkap Toumahuw via ponselnya dari Jakarta, Minggu (2/8).
Toumahuw menghendaki turnamen sepakbola Piala Wali Kota Ambon I/2015 tak sekadar ajang hura-hura tanpa makna, tetapi event itu menjadi awal kebangkitan sepakbola Ambon menuju level nasional.
“Kalau piala wali kota Ambon hanya ajang pencitraan, saya yakin event itu hanya bertahan sesaat, tetapi tidak punya manfaat apa-apa. Tetapi kalau sasarannya jelas, pasti event ini akan mendapat banyak dukungan masyarakat dan bertahan lama karena menghasilkan pemain-pemain berkualitas,” paparnya.
Toumahuw mengusulkan perlunya forum khusus bagi mantan PSA untuk mencari solusi membangkitkan lagi klub kebangaan masyarakat Kota Manise ini.
“Kalau ada forum khusus dari mantan PSA, pasti akan ada banyak masukan dan rekomendasi yang disampaikan dari dan pada praktisi sepakbola,” kuncinya. (09)


