Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah kota Darwin, Australia dan kota Ambon menjajaki peluang kerjasama berbagai bidang seperti pendidikan, pariwisata, penanganan sampah dan penanggulangan bencana.
Wali kota Darwin Katherina Fong Lim dalam pertemuan dengan Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan peluang kerjasama dengan kota Ambon di berbagai bidang dalam hubungan kota persaudaraan (sister city).
“Hubungan persaudaraan Darwin – Ambon yang telah terjalin selama 32 tahun tidak terlepas dari berbagai kerjasama di bidang pendidikan dan pariwisata yakni pertukaran siswa dan guru serta lomba Perahu layar atau Darwin Ambon Yacht Race (DAYR),” katanya saat melakukan kunjungan ke Balai kota Ambon, Jumat (11/9) pekan kemarin.
Menurut dia, hubungan persaudaraan yang terjalin harus terus ditindak lanjuti sambil melihat peluang kerjasama yang akan dilakukan.
“Kunjungan saya ke Ambon kali ini bukan hanya untuk menghadiri upacara Gull force dan lomba perahu layar yang digelar setiap tahun, tetapi bagaimana menjajaki berbagai peluang kerjasama kedepan,” katanya.
Catherine mengatakan, perkembangan pembangunan Ambon setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan mengalami kemajuan dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Hal ini terlihat dari berbegai penghargaan yang diterima, bahkan kerjasama dengan sejumlah negara semata-mata untuk kesejehteraan masyarakat.
“Terakhir saya mengunjungi Ambon di tahun 2012, tetapi setelah saya kembali banyak sekali perubahan baik dari segi penataan parkir, lingkungan, bahkan penataan kota yang semakin baik. Hal ini ditunjang juga dengan kesadaran dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Kerjasama yang dilakukan katanya, selama ini hanya sebatas pertukaran guru dan siswa Ambon ke darwin dan sebaliknya. Pertukaran tersebut selama ini terjadi untuk sekolah pemerintah di Ambon dan swasta di darwin.
“Kedepan kita akan menjajaki pertukaran siswa dan guru untuk sekolah pemerintah atau negeri. Diharapkan pertukaran tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan di kedua kota bersaudara tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, bidang pariwisata khususnya kunjungan wisata ke Ambon harus dibuat semacam paket wisata untuk memudahkan kunjungan wisatawan .
“Paket wisata dimaksudkan untuk memudahkan akses wisata ke Ambon yakni jadwal kunjungan dan lokasi wisata yang akan dikunjungi, selain itu jika dilakukan dalam jumlah yang banyak lebih murah biayanya dibandingkan wisatawan datang sendiri ke Ambon,” kata catherine.
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan, hubungan persaudaraan yang terjalin selama ini harus ditindaklanjuti. Ambon masih perlu belajar banyak dari kota Darwin perkembangan Ambon selama ini masih jauh dibandingkan Darwin.
“Berbicara tentang terknologi tentu kita tertinggal jauh dari Australia, karena itu kita harus belajar banyak karena bukan hanya sekedar melakukan agenda tahunan lomba DAYR dan pertukaran guru dan siswa,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan tim untuk dikirim belajar cara penanganan sampah dan penanggulangan bencana alam.
“Penanganan sampah di Ambon masih bersifat manual baik proses angkut dan pengelolaan di tempat pembuangan akhir sampah, selain itu penanggulangan bencana yakni bagaimana menangani perubahan cuaca dan peringatan dini bencana,” katanya. (MP-1)


