Ambon, Maluku Post.com – PT Pelangi Nelayan Mandiri distributor lampu LED (light-emitting diode) bawah air untuk perikanan dan penyelaman menjajaki peluang pemasaran produk tersebut di Kota Ambon, provinsi Maluku.
“Kami mendapat rekomendasi dari Aeon Lighting Technologt (ALT) dari Taiwan menjadi distributor tunggal di Indonesia guna menjajaki penjualan lampu LED bawah air dengan hak paten untuk perikanan dan penyelaman,” kata Presiden Direktur PT Pelangi Nelayan Mandiri, Doviana Siauta, di Ambon, Minggu (27/9).
Menurut dia, lampu LED bawah air untuk pemikat dan penahan dapat dimanfaatkan oleh nelayan pesisir tunggal atau berkelompok serta tenpat pemancingan terapung (bagan).
Lampu pemikat, penuntun, penahan kapal (kap) ideal digunakan untuk bagan, rompong, perahu serta aktifitas penyelaman dengan daya 25w hingga 145 w dan pilihan setel dan non setel.
“Lampu bawah air ini merupakan pertama di dunia dan kualitasnya luar biasa, jangkauan hidup lampu 30.000 jam, serta telah melewati riset dan teknologi sebelum dikirim ke Indonesia,” katanya.
Doviana mengatakan, pihaknya memilih kota Ambon menjadi kantor pusat karena Ambon merupakan Ibu kota provinsi Maluku yang memiliki potensi perikanan yang menjanjikan.
Indonesia, katanya akan menjadi poros maritim dunia dan perikanan menjadi sektor potensial ditunjang kebijakan pemrintah pusat untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), membuat pihaknya memilih Ambon menjadi kantor pusat untuk menjajaki penjualan lampu perikanan.
“Upaya tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan bertemu Gubernur Maluku dan Wali Kota Ambon untuk menjajaki peluang usaha guna peningkatan kesejahteraan nelayan di Maluku,” ujarnya.
Dijelaskannya, lampu pemikat dan penahan merupakan jenis lampu yang digunakan sebagai alat bantu untuk mencari ikan di malam hari.
Dengan bantuan lampu ini diharapkan ikan dan anggota rantai makanan akan tertarik untuk datang dan berkumpul disektar lampu, karena semua jenis ikan mempunyai suatu sifat ketertarikan terhadap cahaya, sehingga semua jenis ikan akan cepat berkumpul disekitar sumber cahaya, dengan demikian para Nelayan akan sangat mudah untuk menjaring maupun dipancing.
Pencahayaan lampu dari permukaan air sangat terang dengan penembusan garis lurus kedepan, sehingga jangkauan cahaya dalam air akan semakin luas, ikan yang datang pun akan semakin banyak sehingga hasil tangkapan ikan dari para Nelayan akan meningkat.
“Kita telah menyiapkan stok lampu saat ini hanya menunggu bagaimana respon nelayan dan pemerintah untuk lakukan kerjasama untuk sektor perikanan dan pariswisata,” tandas Doviana.
Sementar itu Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan, potensi perikanan Maluku sangat menjanjikan tetapi selama ini yang memanfaatkan bukan nelayan daerah, tetapi nelayan asing yang datang menggunakan kapal untuk menangkap potensi perikanan.
“Hal ini dari segi pendapatan dan kesejahteraan nelayan tradisional minim, padahal potensi perikanan sangat menjanjikan, tetapi nelayan kita tidak didukung peralatan tangkap yang memadai,” katanya.
Ia menyatakan, kehadiran distributor lampu bawah air diharapkan dapat membantu nelayan untuk meningkatkan pendapatan. Sebagai tindak lanjut pihaknya akan melakukan kerjasama pemanfaatan lampu untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kita akan mendorong para nelayan untuk memanfaatkan lampu dengan tahap awal akan difasilitasi pemerintah,” ujar Richard. (ant/MP)


