Ambon, Maluku Post.com – Harga berbagai jenis beras antarpulau yang ditawarkan para pedagang di dua pasar tradisional di Kota Ambon, Maluku masih bertahan.
Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku di pasar Mardika maupun Nusaniwe, Jumat (9/10), harga beras eceran berbagai merek seperti medium, premim dan operasi pasar Bulog Maluku masih tetap bertahan seperti biasa.
“Kalau beras premim merek Tawon dan Bulir Mas Rp13.000/kg, sedangkan beras medium merek Phenisi, lumbung padi rata-rata Rp12.000/kg,” kata petugas pemantauan, Dede Banjar.
Sedangkan beras operasi pasar Perum Bulog Maluku Rp8.000/kg. Harga ini bertahan empat bulan yang lalu sejak diberlakukannya operasi pasar.
Menurutnya, tim juga memantau harga kebutuhan lainnya seperti gula pasir eks dalam negeri yang masih bertahan harga yakni Rp12.000/kg, minyak goreng Bimoli Rp16.000/kg, minyak goreng tanpa merek Rp14.000/botol.
Pedagang di pasar Nusaniwe yang ditemui di toko Malik miliknya, La Janu, menjelaskan, harga beras antarpulau hingga kini belum terjadi perubahan di tingkat distributor, sehingga harga eceran di pasar juga tidak berubah.
“Saat ini beras yang ditawarkan pedagang di pasar tradisional Kota Ambon cukup banyak merek sehingga harga juga bervariasi ,” ujarnya.
Senada dengan Udin pedagang yang menempati lokasi pasar Mardika yang selama ini menawarkan berbagai jenis beras seperti beras merek Panda, dua kelinci dan Laci harganya Rp11.000/kg. Harga ini sudah bertahan sejak September 2015.
“Memang ada beberapa jenis beras harganya juga bertahan seperti Tawon dan Bulir Mas Rp13.000/kg,”kata La Janu.
Dia mengatakan, yang jelas kalau sampai terjadi perubahan harga ditingkat distributor, maka di pasar juga mengalami gejolak. (MP)


