Ambon, Maluku Post.com – Sebanyak 1.564 tenaga dibutuhkan untuk melakukan Sensus Ekonomi (SE) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku.
“Tenaga yang dimiliki BPS Maluku saat ini hanya 260 orang sehingga akan direkrut lagi sebanyak 1.304 orang,” kata Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Maluku, Jesisca Pupella saat memberi materi pada kegiatan Workshop data strategis dan sosialisasi sensus ekonomi tahun 2016, di Ambon, Senin.
Mereka ini, lanjutnya, akan melaksanakan pendataan atau sensus ekonomi di 118 kecamatan atau 1.222 desa pada 2016, tepatnya dari 1 -30 Mei 2016.
Dia mengatakan, cara untuk merekrut tenaga, strategisnya memanfaatkan mitra statistik yang berasal dari mahasiswa, PNS dan aparat pemerintah desa.
“Khusus untuk SE ini BPS Provinsi punya pola perekrutan mitra, jadi masing-masing kabupaten dan kota punya strategi-strategi khusus untuk bagaimana menghimpun mitra-mitra statistik itu,” katanya.
Selama ini BPS punya mitra andalan sudah sesuai dengan data. Nama-nama mitra yang berkualitas nanti kita akan pakai juga dengan mengikuti tes.
“Jadi sebelum melakukan kegiatan harus dilaksanakan perekrutan petugas, baik seleksi tulisan, pengalaman selama ini dia mengikuti kegiatan sensus atau survei, cara berwawancara dan penampilannya sebab nantinya berhadapan dengan responden-responden menengah ke atas,” ujar Jesisca.
Karena itu, lanjutnya, BPS akan melakukan seleksi bagi tenaga-tenaga yang akan direkrut dalam kegiatan SE tahun 2016.
“Sebab setelah diseleksi akan dilanjutkan dengan pelatihan sekitar tiga hingga empat hari guna mempersiapkan mereka memahami materi yang akan disampaikan atau kuisoner dipakai oleh petugas,” kata Jesisca.
Kemudian juga mereka akan dibina untuk bagaimana mewawancarai yang baik dan penampilan yang baik (sopan) itu yang diutamakan bagi petugas-petugas tersebut.
“Minimal pada Februari 2016 BPS sudah bisa mendapatkan petugas-petugas lapangan guna melaksanakan SE dengan persyaratan pendidikan dari petugas minimal SMA, walaupun dirasakan sulit untuk mendapatkan petugas-petugas yang berpendidikan tinggi terutama di daerah kabupaten, jadi ada strategi tersendiri,” ujar Jesisca. (MP-3)


