“Sekarang ini kita sementara mengincar kerjasama dengan investor asal China yang akan menanamkan saham listrik berkekuatan 60 Megawatt di Way Isal Pulau Seram,” Ujar Nanlohy di Ambon, Rabu (6/1).
Nanlohy mengakui telah bertemu dengan investornya dan mendapatkan angin segar bahwa investor tersebut berminat untuk menanamkan sahamnya di Negeri Seribu Pulau ini.
“Saya sudah ketemu langsung dengan investornya dan mendapatkan respon baik juga bahwa pihaknya akan menanamkan saham di Maluku” katanya.
Menurut Nanlohy, investor tersebut akan mendatangi Maluku pada bulan Februari 2016 ini sekaligus untuk melengkapi beberapa berkas yang masih kurang.
“Bulan depan, mereka (investor-red) akan datang ke Maluku sekaligus melengkapi beberapa berkas yang dianggap masih kurang” akuinya.
Dia mengatakan, jika perusahaan listrik way isal ini dioperasikan maka ada 5 gugus pulau yang terlayani. Bahkan dapat membantu pengurangan beban diesel yang sekarang ini digunakan oleh masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya.
“Sudah tentu akan membantu meringankan beban diesel yang hingga kini masih digunakan oleh Kota Ambon dan sekitarnya,”bebernya.
Kadis ESDM itu menambahkan, jika dioperasikan maka akan membantu pencapaian target dinas tersebut yang meningkat menjadi 99,6 persen itu hingga akhir tahun ini. (MP-1)


